JawaPos.com - Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan investigasi terhadap insiden keracunan massal yang menimpa ratusan siswa di Berastagi, Kabupaten Karo, pada Kamis (13/8).
Mereka diduga keracunan usai menyantap hidangan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan di sekolah.
Kepala BGN Sudaryono mengatakan, pihaknya kini telah melakukan suspend terhadap dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memproduksi MBG sekaligus mencopot Kepala SPPG-nya.
"Saya telah berkoordinasi dengan Bupati Antonius Ginting, sementara pemeriksaan sampel sisa lauk pauk dilakukan bersama Dinas Kesehatan setempat. Tindakan administratif juga sudah diambil, pencopotan Kepala SPPG terkait dan penyegelan dapur operasional," kata Sudaryono lewat akun instagram @sudaru_sudaryono, Jumat (14/8).
Baca Juga: 289 Siswa di Berastagi Sumut Keracunan Massal Usai Santap MBG
Sudaryono juga meminta maaf kepada masyarakat Karo atas insiden keamanan pangan ini.
"Saya dan Karo memiliki ikatan moral melalui marga Sitepu. Jangan menunggu masalah membesar untuk memperketat pengawasan. Kami minta maaf. Lekas sembuh," ungkapnya.
Sebelumnya, sebanyak 289 siswa di Berastagi, Kabupaten Karo, harus menjalani perawatan medis setelah menyantap hidangan program MBG Kamis (13/8).
Dilansir dari Sumut Pos (Jawa Pos Group), Insiden tersebut terjadi di SMA Negeri 1 Berastagi dan SMA Swasta Bersama Berastagi.
Hingga Kamis malam, ratusan siswa tersebut telah mendapatkan penanganan medis di lima fasilitas kesehatan.
Baca Juga: Guru Besar IPB: Batas Konsumsi 4 Jam Bukan Jaminan MBG Aman
Di RS Amanda terdapat 157 siswa, terdiri dari 137 orang yang menjalani rawat inap dan 20 lainnya menjalani rawat jalan.
Kemudian 90 siswa dirawat di RS Efarina, 35 siswa di RSUD Kabanjahe, empat siswa di RS Mina, serta tiga siswa mendapatkan penanganan di Puskesmas Berastagi.
Jumlah tersebut masih merupakan data sementara dan dapat berubah seiring proses pendataan serta pemeriksaan medis terhadap siswa yang terdampak.
Kondisi ini membuat Pemkab Karo mengambil langkah cepat untuk memastikan seluruh kebutuhan medis para siswa terpenuhi.
“Pemerintah Kabupaten Karo bertanggung jawab penuh atas keselamatan dan kesembuhan anak-anak kita. Kami pastikan perawatan medis berjalan maksimal,” tegas Bupati Karo, Antonius.
Baca Juga: MBG Bisa Picu Keracunan Meski Dikonsumsi Sebelum 4 Jam, Begini Penjelasan Pakar
Ia juga memastikan pemerintah daerah tidak akan membiarkan para siswa dan keluarga menghadapi persoalan tersebut sendirian.
Bagi siswa yang telah dinyatakan pulih oleh tim medis, Pemkab Karo akan memfasilitasi kepulangan mereka hingga ke rumah masing-masing.
“Jika ada siswa yang kondisinya sudah membaik dan dinyatakan sehat oleh tim dokter, proses kepulangannya akan difasilitasi langsung oleh Pemkab Karo hingga sampai ke rumah masing-masing,” lanjutnya.