JawaPos.com - Bagi warga Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, yang sakit stroke, jantung, kanker, hingga ginjal tidak perlu lagi jauh-jauh berobat ke Jakarta.
Untuk layanan itu kini bisa ditangani di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sekarwangi, Kecamatan Cibadak, Sukabumi. RSUD itu kini punya layanan terbaru yang bisa mendukung pengobatan untuk lima penyakit parah. Mulai dari stroke, jantung, kanker, ginjal, serta kesehatan ibu dan anak.
Layanan dan fasilitas terbaru di RSUD Sekarwangi itu berupa Cath Lab (laboratorium kateterisasi jantung), Intensive Cardiovascular Care Unit (ICVCU), CT Scan 64 Slices, serta Laboratorium Mikrobiologi.
Fasilitas dan layanan anyar itu baru saja diresmikan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (BGS) pada Rabu (12/8).
"Pak Presiden menugaskan saya agar penanganan penyakit-penyakit ini kalau bisa selesai di tingkat kabupaten/kota. Kasihan masyarakat Sukabumi kalau harus dirujuk sampai ke Bandung atau Jakarta," ujar Budi Gunadi Sadikin kepada Radar Sukabumi pada Rabu (12/08).
Baca Juga: Ngorok Saat Tidur Bisa Tingkatkan Risiko Stroke, Begini Penjelasan Dokter
Adapun penyakit yang dimaksud BGS yakni yaitu stroke, jantung, kanker, ginjal, serta kesehatan ibu dan anak. Kelima penyakit itu merupakan penyumbang angka kematian tertinggi di Indonesia.
Selain itu, saat ini tengah memiliki target untuk menaikkan rata-rata angka harapan hidup masyarakat Indonesia dari 72 tahun menjadi 76 tahun. Dengan tersedianya alat canggih seperti Cath Lab dan CT Scan di RSUD Sekarwangi, diharapkan 80 hingga 90 persen kasus medis masyarakat Sukabumi dapat tuntas ditangani di daerah sendiri.
Selain infrastruktur medis, Menkes juga menyoroti pentingnya keberadaan tenaga kesehatan lokal. “Saya meminta pemerintah daerah mengutamakan serta memperhatikan kesejahteraan para dokter dan tenaga medis asli daerah agar dapat bekerja dengan tenang dan fokus melayani pasien,” tandasnya.
Untuk diketahui peresmian layanan terbaru di RSUD Sekarwangi merupakan dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Sukabumi ke-156 pada Rabu (12/8). Semua fasilitas itu terdapat di Aula Lantai 3 IGD RSUD Sekarwangi.
Di tempat yang sama, Bupati Sukabumi Asep Japar mengapresiasi dukungan dan bantuan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Kehadiran fasilitas media itu menjadi angin segar bagi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah Kabupaten Sukabumi.
"Dengan adanya fasilitas ini, masyarakat Kabupaten Sukabumi tidak perlu berbondong-bondong berobat ke luar daerah lagi dan bisa terlayani dengan lebih baik," kata Asep Japar.
Direktur Utama RSUD Sekarwangi dr Asep Suherman menuturkan, hadirnya fasilitas medis berteknologi tinggi di tempatnya merupakan kado istimewa bagi seluruh warga Kabupaten Sukabumi, sekaligus jawaban atas tingginya kebutuhan pelayanan penyakit jantung dan gawat darurat medis di wilayah tersebut.
"Kami berharap penanganan pasien yang membutuhkan intervensi koroner kini dapat dilakukan lebih cepat dan lebih dekat," ujar Asep Suherman.
Berdasarkan data rekam medis RSUD Sekarwangi sepanjang 2025, tercatat sebanyak 12.556 kunjungan pasien dengan diagnosis terkait penyakit jantung. Dari jumlah tersebut, 181 pasien dilaporkan meninggal dunia dan 108 pasien harus dirujuk ke luar daerah untuk mendapatkan tindakan Percutaneous Coronary Intervention (PCI).
"Dengan fasilitas Cath Lab dan ICVCU ini, tingkat rujukan ke luar daerah dapat dikurangi dan peluang keselamatan pasien dapat ditingkatkan secara signifikan," kata dr. Asep.
Untuk saat ini, layanan Cath Lab RSUD Sekarwangi baru dapat melayani pasien kategori umum sembari menunggu proses persetujuan akhir kelengkapan BPJS Kesehatan.
Asep memastikan fasilitas layanan CT Scan sudah beroperasi penuh dan siap melayani seluruh masyarakat terhitung sejak hari peresmian.