JawaPos.com - Kapal penyeberangan KMP Putri Yasmin rute Padangbai–Lembar mengalami kebakaran di perairan Bali pada Rabu (12/8) pukul 04.20 WITA, memicu aksi evakuasi darurat oleh Tim SAR gabungan dan empat kapal di sekitarnya.
Kementerian Perhubungan melalui Ditjen Perhubungan Laut langsung memancarkan siaran marabahaya (MAYDAY) sesaat setelah insiden terjadi untuk menyelamatkan seluruh penumpang dan kru kapal.
Sinyal darurat pertama kali direspons oleh jajaran maritim sesaat setelah laporan insiden masuk di pagi hari. Langkah tanggap darurat langsung diambil melalui jaringan komunikasi navigasi terpadu.
Plt Kepala Distrik Navigasi Tipe A Kelas II Benoa, I Ketut Aries Nakula Mandiana, mengungkapkan bahwa siaran darurat langsung dipancarkan ke seluruh kapal di radius lokasi kejadian.
"Sesaat setelah informasi diterima pada pukul 04.20 WITA, VTS Benoa dan SROP Padangbai langsung memancarkan siaran berita marabahaya (broadcast MAYDAY) sebanyak tiga kali kepada kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi untuk memberikan bantuan secepatnya," ujar I Ketut Aries, Rabu (12/8).
Sinergi Lintas Instansi dan Respons Cepat Tim SAR
Selain memancarkan sinyal MAYDAY, VTS Benoa berkoordinasi intensif dengan VTS Lembar untuk membagikan informasi darurat. Pihak Kantor SAR Denpasar yang dihubungi juga merespons sigap dengan langsung menerjunkan unit RIB Nusa Penida menuju titik koordinat kapal.
Penanganan dari sisi wilayah NTB juga diperketat. Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Lembar, Syamsurizal, memastikan koordinasi lintas instansi aktif sepenuhnya demi keselamatan evakuasi.
"Kami di KSOP Lembar bersama tim di lapangan, termasuk koordinasi bersama SAR NTB, mengambil langkah tanggap darurat untuk mendukung evakuasi dari sisi wilayah Lembar. Sinergi antar-unsur maritim menjadi prioritas utama agar penanganan berjalan lancar dan selamat," ungkap Syamsurizal.
Empat Kapal Sekitar Langsung Mendekat Memberi Pertolongan
Berkat komunikasi terpadu melalui SROP Padangbai serta SROP/VTS Lembar, sejumlah kapal komersial dan armada yang melintas di sekitar perairan Bali langsung mengalihkan rute untuk melakukan pertolongan pertama.
Empat kapal yang teridentifikasi ikut bergerak membantu proses evakuasi. Antara lain, Kapal Port Link 2 ASDP, KMP. Muryati, MT. Debby dan MT. Yello Park.
"Keterlibatan kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi merupakan bagian penting dari respon terhadap keadaan darurat dan mendukung upaya pertolongan yang sedang dilakukan," katanya.
Hingga saat ini, pemantauan real-time terus dilakukan secara ketat oleh VTS Benoa, SROP Padangbai, VTS Lembar, dan KSOP Lembar. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut menegaskan akan memberikan pembaruan informasi secara berkala serta mengimbau seluruh operator kapal dan masyarakat untuk selalu memprioritaskan keselamatan pelayaran.