← Beranda
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
Ryandi ZahdomoRabu, 12 Agustus 2026 | 18.15 WIB
Kondisi ruang rapat lantai 3 Kantor Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara, pasca insiden kebakaran, Selasa (11/8). (Dok Polres Kukar)

JawaPos.com - Seorang pegawai outsourcing Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kutai Kartanegara berinisial MFA nekat membakar ruang rapat kantornya sendiri, Selasa (11/8) pagi.

Aksi nekat ini didasari rasa sakit hati karena kerap dijadikan bahan olokan dan stiker di grup percakapan internal kantor.

Pelaku yang bertugas sebagai Operator Command Center tersebut mendatangi lokasi sekitar pukul 06.30 WITA, dengan membawa Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite yang dimasukkan ke dalam galon air minum.

Api sempat membakar fasilitas ruang rapat sebelum akhirnya berhasil dipadamkan oleh petugas.

Baca Juga: Puslabfor Turun Tangan, Kasus Kebakaran Bapenda DKI Kini Ditarik Polda Metro Jaya

Dikutip dari Kaltim Post (JawaPos Group), pelaku MFA langsung diamankan oleh pihak kepolisian tak lama setelah kejadian.

Sempat Bentak Petugas Kebersihan

Insiden bermula ketika pelaku yang telah bekerja sekitar dua tahun sebagai Operator Command Center ini mendatangi kantornya.

Ia membawa BBM jenis Pertalite senilai Rp 30.000–Rp 40.000. BBM tersebut ia masukkan ke dalam galon air minum.

Gerak-gerik mencurigakan pelaku sempat diketahui oleh petugas keamanan dan kebersihan (cleaning service) yang bertugas di lantai tiga.

Ketika ditegur, pelaku justru kembali menyiramkan bensin ke lantai, membentak petugas kebersihan, dan memintanya segera turun ke lantai bawah.

Baca Juga: Sempat Padam, Kebakaran Kembali Melanda Kawasan Gunung Bromo, Api Berkobar di Pusung Dhuwur

Setelah menyulut api, pelaku menyiramkan sisa cairan dan berjalan santai menuju kantin di lantai bawah. Sementara para pegawai dan petugas bergegas melakukan pemadaman awal.

"Benar, telah terjadi kebakaran di ruang rapat lantai 3 Kantor Diskominfo Kukar. Pelakunya sudah kami amankan," ujar Kasi Humas Polres Kukar, IPTU Haryo Jipang Painolan, dikutip Rabu (12/8).

Sakit Hati Difoto Diam-Diam dan Dijadikan Stiker Chat

Di hadapan penyidik, pelaku mengaku telah merencanakan aksinya sejak malam sebelum kejadian.

Motif di balik tindakan nekat tersebut dipicu oleh rasa sakit hati dan kekesalan yang menumpuk akibat perlakuan rekan-rekan kerjanya.

Pelaku mengaku sering difoto secara diam-diam. Foto-foto tersebut kemudian disebarkan ke dalam grup percakapan internal kantor untuk dijadikan bahan lelucon hingga diubah menjadi stiker.

Baca Juga: Kebakaran Bromo Mulai Padam, Petugas Lakukan Pendinginan

"Motifnya, pelaku merasa kesal terhadap rekan-rekan di kantor yang sering memfoto dirinya secara diam-diam dan dijadikan bahan olokan. Hal itu sudah sering terjadi," jelas Haryo.

Dampak Kerusakan dan Penanganan Kepolisian

Kobaran api berhasil dikendalikan total sekitar pukul 09.10 WITA berkat respon cepat enam unit mobil pemadam kebakaran, satu unit BPBD, petugas keamanan kantor, serta tim patroli kepolisian.

Tim Inafis Polres Kukar juga telah melakukan olah TKP dan mengamankan barang bukti berupa sisa galon BBM.

Meski tidak ada korban jiwa, kerugian materiil mencakup fasilitas meja rapat, kursi, proyektor, hingga sejumlah dokumen penting.

Plt Kepala Diskominfo Kukar, Solihin, mengonfirmasi insiden tersebut dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak berwajib.

Baca Juga: Kemenhut Padamkan Kebakaran 30 Hektare di Gunung Rinjani Bersama Tim Gabungan

"Ada saksi dari OB, cleaning service yang menyaksikan, sehingga cepat bisa diatasi dan dipadamkan. Yang bersangkutan telah diamankan di Polres Kukar," ujar Solihin.

Saat ini, terduga pelaku MFA telah mendekam di Mapolres Kukar. Polisi masih melakukan pendalaman terkait pasal pidana yang akan disangkakan kepada pelaku.

 

EDITOR: Bayu Putra