← Beranda
Produk Coco Sheet Lapas Purwokerto Tembus Pasar China, 400 Lembar Diekspor
Dinarsa Kurniawan• Senin, 10 Agustus 2026 | 22.15 WIB
Dirjenpas bersama jajaran berfoto bersama usai pelepasan ekspor perdana Coco Sheet hasil pembinaan warga binaan Lapas Purwokerto ke pasar China. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Program pembinaan kemandirian di lembaga pemasyarakatan mulai menghasilkan produk yang mampu bersaing hingga pasar internasional.

Keterampilan yang diberikan kepada warga binaan dikembangkan menjadi kegiatan produksi yang memiliki nilai ekonomi sekaligus membuka peluang pemasaran ke luar negeri.

Direktur Jenderal Pemasyarakatan Mashudi mengatakan, capaian tersebut terlihat dari ekspor perdana Coco Sheet hasil produksi Lapas Kelas IIA Purwokerto ke China. Sebanyak 400 lembar produk dikirim untuk memenuhi kebutuhan industri kasur di negara tersebut.

“Ini menjadi bukti hasil pembinaan kemandirian di lapas memiliki nilai ekonomi,” kata Mashudi saat melepas ekspor produk tersebut.

Menurut dia, produk yang dihasilkan warga binaan kini memiliki peluang untuk masuk ke pasar yang lebih luas. “Produk ini sudah memiliki pasar internasional,” ujarnya.

Coco Sheet merupakan lembaran berbahan sabut kelapa yang dipadatkan. Produk tersebut digunakan sebagai alas dasar kasur, khususnya sebagai penyangga sebelum lapisan busa atau pegas.

Kepala Lapas Kelas IIA Purwokerto Aliandra mengatakan, produksi Coco Sheet telah berjalan sekitar dua bulan. Kegiatan tersebut melibatkan 15 warga binaan yang mendapatkan kesempatan untuk terlibat langsung dalam proses produksi.
“Capaian ini merupakan hasil kerja sama seluruh jajaran,” ujar Aliandra.

Dia mengatakan, program pembinaan kemandirian akan terus dikembangkan dengan memperhatikan kebutuhan pasar. “Kami akan terus mendorong produk unggulan agar semakin berkualitas,” katanya.

Produk Coco Sheet tersebut dipasarkan ke industri kasur di Tiongkok melalui kerja sama dengan PT Chewy Louis. Kerja sama itu menjadi salah satu upaya membuka akses pasar bagi produk hasil pembinaan warga binaan.

Sebelumnya, Lapas Purwokerto juga telah bekerja sama dengan PT Chewy Louis untuk mengekspor produk mainan anjing ke pasar Eropa.

Aliandra berharap pengalaman produksi dan pemasaran tersebut dapat menjadi bekal bagi warga binaan setelah menyelesaikan masa pidana. “Keterampilan ini diharapkan bermanfaat saat mereka kembali ke masyarakat,” ucapnya.

Pelepasan ekspor perdana Coco Sheet tersebut menjadi bagian dari pengembangan pembinaan kemandirian di lingkungan pemasyarakatan. Kegiatan produksi diarahkan agar warga binaan memperoleh keterampilan yang dapat dimanfaatkan sekaligus menghasilkan produk dengan nilai ekonomi. (*)

EDITOR: Dinarsa Kurniawan