← Beranda
Karhutla Bromo Meluas hingga 176 Hektare, Drone dan Dua Helikopter Dikerahkan
Novia HerawatiMinggu, 9 Agustus 2026 | 12.46 WIB
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau penanganan karhutla Gunung Bromo. (Humas Pemprov Jatim)

 

JawaPos.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, meluas hingga 176 hektare, Sabtu (8/8).

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, pemadaman diperkuat dengan drone water bombing dan dua helikopter untuk menjangkau titik api yang sulit diakses melalui jalur darat.

"Sejak hari kedua, saya sudah berkoordinasi dengan BNPB agar penanganan diperkuat melalui dukungan helikopter water bombing," tutur Khofifah saat meninjau penanganan karhutla Gunung Bromo, Minggu (9/8).

Baca Juga: Kebakaran Sabana Membesar, Seluruh Akses ke Bromo Dikabarkan Ditutup

Karhutla di kawasan Gunung Bromo pertama kali dilaporkan terjadi pada Senin (3/8) sekitar pukul 17.00 WIB. Titik awal kebakaran berada di Blok Bantengan yang masuk wilayah Ranu Pani, Lumajang.

"Alhamdulillah mulai Jumat (7/8) helikopter (water bombing berkapasitas 1.000 liter) milik BNPB dari Kalimantan Tengah sudah tiba dan mulai mendukung proses pemadaman," imbuh Gubernur Khofifah.

Selain mengerahkan helikopter, operasi pemadaman juga diperkuat dengan penggunaan drone water bombing yang memiliki kapasitas angkut air sekitar 100 hingga 150 liter setiap penerbangan.

Baca Juga: Kebakaran Bromo Diduga Gara-Gara Api Unggun Lupa Dimatikan

"Kombinasi operasi darat, helikopter, dan drone diharapkan mampu mempercepat pengendalian api. Terima kasih relawannya banyak, mudah-mudahan mempercepat proses recovery (Karhutla Gunung Bromo),” ujar Khofifah.

Untuk memperkuat operasi udara, satu unit helikopter tambahan dari BNPB dijadwalkan tiba pada Sabtu (8/8). Kehadiran dua helikopter tersebut diharapkan meningkatkan efektivitas pemadaman dari udara.

“Kalau ada dua armada heli water bombing, semoga anginnya bisa landai, sehingga dua heli bisa memaksimalkan melakukan water bombing dan pemadaman (karhutla Gunung Bromo), mohon doa semuanya," kata Khofifah.

Lebih lanjut, Ia mengatakan operasi water bombing tahun ini lebih efektif karena sumber air dapat diambil dari Ranupani yang lokasinya lebih dekat dibandingkan penanganan karhutla pada 2023.

Saat penanganan karhutla 2023, helikopter harus mengambil air dari Kaliandra maupun Batu. Kini, sumber air yang lebih dekat diharapkan mempercepat proses pengisian dan meningkatkan frekuensi water bombing.

“Mudah mudahan anginnya landai, kemudian mengambil airnya dari Ranupani. Semoga tambahan satu lagi heli water bombing pada Sabtu (8/8) dapat melakukan pemadaman sampai tuntas,” ucap Khofifah.

Baca Juga: Karhutla Bromo Merembet ke Jemplang Malang, 127 Hektare Lahan Hangus

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah