← Beranda
Pemkot Padang Belum Tetapkan Tanggap Darurat Meski 3 Kecamatan Kebanjiran
Syahrul Yunizar• Selasa, 4 Agustus 2026 | 05.44 WIB
Petugas mengevakuasi warga terdampak banjir di Kota Padang di tengah hujan, Senin (3/8). (BNPB)

JawaPos.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Padang belum menetapkan status tanggap darurat bencana, meski banjir melanda sejumlah titik di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) pada Senin (3/8).

Penanggulangan banjir masih terus diupayakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan instansi terkait lainnya.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari menyampaikan, banjir di Padang dipicu oleh meningkatnya intensitas hujan.

Hujan terjadi di wilayah kota itu sejak pukul 11.00 WIB sampai pukul 17.00 WIB. Kondisi itu menyebabkan debit sungai naik hingga meluap dan merendam beberapa permukiman.

Baca Juga: Banjir Terjang Kota Padang, Tanggul Jebol Hingga Air Sungai Meluap

”Berdasarkan laporan BPBD Kota Padang, banjir berdampak di 3 kecamatan. Yakni Kecamatan Kuranji, Kecamatan Koto Tangah, dan Kecamatan Bungus Teluk Kabung,” kata Abdul Muhari.

Di Kecamatan Kuranji, wilayah terdampak meliputi Kelurahan Lapau Munggu, Komplek Wahana, Kampuang Tanjung, Pasar Lalang, dan Gunung Sarik.

Kemudian Kecamatan Koto Tangah, banjir merendam Kelurahan Aia Pacah, kawasan di belakang RSUD, serta Perumahan Green Mandiri.

”Adapun di Kecamatan Bungus Teluk Kabung, banjir terjadi di Kelurahan Bungus Selatan, Bungus Barat, Teluk Kabung Utara, Bungus Timur, dan Teluk Kabung Tengah,” jelasnya.

Sampai malam ini, pendataan terhadap korban jiwa maupun kerugian materiil masih dalam proses oleh BPBD Kota Padang.

Baca Juga: Hujan Deras Disertai Angin Kencang Terjang 11 Kecamatan di Padang, BPBD Kerahkan Tim Reaksi Cepat

Merujuk pantauan visual yang diterima oleh BNPB, banjir memang sempat menghanyutkan sejumlah kendaraan yang berada di jalan raya.

Untuk itu, BPBD Kota Padang bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait segera melakukan penanganan darurat dengan mengevakuasi warga terdampak ke lokasi yang lebih aman. Proses evakuasi warga dilakukan menggunakan perahu polietilen.

”BPBD juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melaksanakan kaji cepat dan pendataan dampak bencana guna mendukung penanganan lebih lanjut,” imbuhnya.

Berdasar laporan, air di beberapa titik sudah mulai surut. Namun, di beberapa titik lain banjir masih terjadi karena hujan terus mengguyur.

BPBD Kota Padang bersama unsur pemda, OPD terkait, serta masyarakat masih terus melakukan upaya penanganan dan evakuasi warga yang terdampak banjir.

Baca Juga: Akan Dikirim ke Kamboja, Perdagangan 3 Ribu Kilogram Sisik Trenggiling Berhasil Digagalkan di Padang

”BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang berpotensi memicu banjir maupun bencana hidrometeorologi basah lainnya,” ujarnya.

Abdul Muhari berharap masyarakat yang berada di wilayah rawan terus memantau informasi resmi dari pemerintah daerah dan BPBD setempat.

Selain itu, warga diminta segera mengikuti arahan petugas apabila diperlukan evakuasi demi keselamatan bersama.

Saat dikonfirmasi, Wali Kota Padang Fadly Amran menyampaikan bahwa puncak banjir terjadi sekitar pukul 16.00 WIB.

Meski belum sepenuhnya surut, namun ia menyatakan bahwa air di beberapa titik sudah mulai turun. Salah satunya di lokasi yang dia datangi di sekitar Rumah Sakit Islam Siti Rahmah Padang.

Baca Juga: Cari Nasi Padang Enak di Jakarta? Ini 10 Tempat Legendaris yang Wajib Masuk Daftar

”Yang mungkin seperti di gambar-gambar, ada kebanjiran mobil. Ini trafik di depan saya sudah mulai jalan karena airnya pun juga sudah mulai mengurai,” kata dia.

Berkaitan dengan status tanggap darurat bencana, Fadly menyatakan, pihaknya sudah mempertimbangkan hal itu.

Meski demikian, untuk sementara banjir yang melanda Kota Padang bakal ditangani oleh dulu oleh Pemkot Padang bersama instansi terkait lainnya.

”Ini akan saya buat status tanggap darurat. Tapi, kami coba (tangani) dulu 1-2 hari ini,” imbuhnya.

Baca Juga: Cegah Bencana Kekeringan, Menteri PU Dody Siapkan Langkah Strategis

EDITOR: Bayu Putra