JawaPos.com – Kunjungan Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo ke Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 31 Juli hingga 2 Agustus 2026 kembali menarik perhatian publik saat melaksanakan kegiatan jalan santai di momen hari bebas kendaraan bermotor atau car free day di jalan El Tari Kota Kupang, dikutip dari ANTARA.
Banyak warga berusaha mendekat untuk menyapa Jokowi, berjabat tangan, hingga mengabadikan momen melalui swafoto maupun rekaman video menggunakan telepon genggam.
Antusiasme warga terlihat sepanjang rute yang dilalui Jokowi. Warga terus mengikuti Jokowi untuk mendapatkan kesempatan berinteraksi secara langsung.
Baca Juga: Simak, Jadwal Waktu Shalat Bagi Wilayah Ciamis Besok Minggu, 2 Agustus 2026
Kegiatan jalan santai di kawasan CFD menjadi salah satu agenda Jokowi selama berada di Kota Kupang. Sebelumnya, Jokowi tiba di Nusa Tenggara Timur pada Jumat (31/7) untuk menghadiri sejumlah kegiatan.
Pada Sabtu pukul 15.00 WITA Jokowi akan menghadiri Festival Gajah yang kelurahan Lai Lai Besi Kopan (LLBK) Kota Kupang.
Jokowi juga dijadwalkan menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) serta agenda lainnya selama kunjungan di Kota Kupang.
Ketua Harian DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ahmad Ali menilai sambutan hangat masyarakat bukan muncul tanpa alasan. Menurutnya, apresiasi tersebut merupakan buah dari berbagai program pembangunan yang dijalankan selama pemerintahan Joko Widodo dan masih dirasakan manfaatnya hingga kini.
"Pak Jokowi mungkin sudah tidak lagi menjabat sebagai Presiden, tetapi karya dan pengabdiannya masih dirasakan masyarakat. Mereka tidak hanya mengingat pidato, tetapi juga mengingat hasil kerja yang mereka rasakan dalam kehidupan sehari-hari," ujar Ahmad Ali.
Baca Juga: Momen Langka, Prabowo, Jokowi, SBY, dan Gibran Duduk dalam Satu Forum
Ia mengatakan, selama satu dekade terakhir NTT menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian besar dalam agenda pembangunan Indonesia-sentris. Berbagai proyek strategis, mulai dari pembangunan bendungan Raknamo, Rotiklot, Napun Gete, hingga Temef, dilakukan untuk mendukung ketahanan air dan pangan di wilayah tersebut.
Selain itu, pembangunan infrastruktur jalan, pelabuhan, bandara, hingga kawasan perbatasan juga disebut membuka akses ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat di kawasan timur Indonesia.
Menurut Ahmad Ali, salah satu warisan paling menonjol dari pemerintahan Joko Widodo di NTT adalah transformasi Labuan Bajo menjadi destinasi pariwisata berkelas dunia. Penataan kawasan, pengembangan Bandara Komodo, peningkatan infrastruktur pendukung, serta masuknya berbagai investasi dinilai berhasil mengangkat citra Labuan Bajo di tingkat internasional.
Baca Juga: Komisi III DPR Harap Sidang Kasus Ijazah Jokowi Akhiri Polemik Berkepanjangan
"Selama bertahun-tahun, NTT sering dipandang sebagai daerah yang tertinggal. Pak Jokowi mengubah cara pandang itu dengan menghadirkan pembangunan yang nyata dan menempatkan Indonesia Timur sebagai bagian penting dari masa depan bangsa. Itulah mengapa kedatangannya hari ini bukan sekadar kunjungan seorang mantan Presiden, tetapi kunjungan seorang pemimpin yang pernah meninggalkan jejak pembangunan yang masih dirasakan masyarakat," lanjutnya.
Ahmad Ali juga menegaskan bahwa perbedaan pilihan politik merupakan hal yang wajar dalam sistem demokrasi. Namun, menurutnya, penghargaan terhadap pemimpin yang dinilai telah memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah juga merupakan bagian dari kedewasaan berdemokrasi.
"Kita boleh berbeda pilihan politik, tetapi kita juga harus objektif melihat fakta. Ketika bendungan berdiri, jalan terbangun, akses ekonomi terbuka, pariwisata berkembang, dan masyarakat merasakan manfaatnya, maka itu adalah karya yang akan selalu diingat. Jabatan bisa berakhir, tetapi pengabdian yang dirasakan rakyat akan selalu hidup dalam ingatan mereka," katanya.
Ia berharap kunjungan Joko Widodo ke NTT tidak hanya menjadi ajang silaturahmi dengan masyarakat, tetapi juga menjadi pengingat bahwa pembangunan yang berkelanjutan membutuhkan kerja nyata yang berpihak pada kepentingan rakyat.