← Beranda
Bukan Sekadar Hiasan, Patung Singa Taman Dempo Simpan Jejak Singhasari dan Semangat Arema
Andre Rizal HanafiSelasa, 28 Juli 2026 | 18.41 WIB
Patung singa di Taman Dempo Malang simpan semangat Arema. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Taman Dempo di Kota Malang bukan hanya menjadi ruang terbuka hijau yang menawarkan suasana nyaman bagi masyarakat. Di balik keindahan taman tersebut, berdiri dua patung singa yang menyimpan cerita panjang tentang sejarah, budaya, hingga identitas Kota Malang yang masih terasa kuat sampai sekarang.

Terletak di kawasan Jalan Dempo, tepat di dekat SMAK St. Albertus atau SMA Dempo, dua patung singa berwarna cokelat berdiri saling berhadapan. Kehadirannya bukan sekadar mempercantik taman, melainkan menjadi simbol yang memiliki keterkaitan erat dengan perjalanan sejarah Malang.

Sebelum direvitalisasi, kawasan tersebut dikenal sebagai lahan yang minim daya tarik. Hanya terdapat pepohonan palem dan hamparan rumput yang membuat suasananya tampak sepi. 

Baca Juga: PSIM Sambut League Cup, Siap Jalani Jadwal Padat dan Bidik Prestasi di Dua Kompetisi

Kondisi itu berubah setelah Pemerintah Kota Malang meresmikan Taman Dempo pada 23 Desember 2017. Revitalisasi taman menghadirkan kolam air mancur bergaya Eropa, sembilan pot tanaman hias berukuran besar, serta dua patung singa sebagai ikon utama. Proyek tersebut merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kota Malang dengan SMAK Dempo beserta para alumninya melalui dukungan dana CSR.

Keberadaan patung singa dipilih bukan tanpa alasan. Singa telah lama menjadi bagian dari identitas Malang sejak era Kerajaan Singhasari yang berdiri pada abad ke-13. Nama Singhasari sendiri memiliki makna singa yang gagah dalam bahasa Sanskerta, sehingga simbol tersebut terus melekat dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat Malang.

Pada masa pemerintahan Hindia Belanda, lambang Kotapraja Malang juga menampilkan sepasang singa yang mengapit sebuah perisai. Simbol tersebut terinspirasi dari kebesaran Kerajaan Singhasari yang menjadi salah satu kerajaan penting dalam sejarah Nusantara.

Baca Juga: Jalani Debut Sensasional, Erick Thohir Puji Mitchell Baker usai Timnas Indonesia Hancurkan Kamboja

Jejak simbol singa juga dapat ditemukan pada sejumlah peninggalan sejarah di Malang, seperti Candi Jago dan Candi Kidal. Hal itu semakin memperkuat hubungan antara ikon singa dengan warisan budaya daerah tersebut.

Di dunia sepak bola, simbol singa juga begitu lekat dengan Arema FC yang memiliki julukan Singo Edan. Julukan tersebut mencerminkan karakter masyarakat Malang yang dikenal berani, penuh semangat, dan memiliki solidaritas tinggi. Tak heran jika berbagai sudut kota menghadirkan patung singa sebagai bagian dari identitas daerah.

Patung singa di Taman Dempo merupakan hasil karya seniman lokal, Syaifudin Zuhri, pendiri Job Studio Group. Namanya dikenal luas karena telah menghasilkan berbagai karya monumental di sejumlah daerah di Indonesia. 

Salah satu penelitiannya bahkan tercatat dalam kajian akademik Universitas Negeri Malang yang mengulas proses kreatif pembuatan patung taman. Kini, Taman Dempo menjadi salah satu destinasi favorit warga untuk bersantai maupun berfoto. 

Di waktu tertentu, pengunjung bahkan dapat menikmati pelangi kecil yang muncul dari percikan air mancur saat terkena sinar matahari. Lebih dari sekadar ruang publik, Taman Dempo menjadi bukti bahwa pelestarian sejarah dan budaya dapat diwujudkan melalui ruang terbuka yang ramah masyarakat. 

Sementara dua patung singa yang berdiri kokoh di sana terus mengingatkan bahwa kejayaan masa lalu tetap hidup sebagai bagian dari identitas Kota Malang hingga hari ini.

Baca Juga: Debut Agi Firmansyah Bersama Persija di Piala Presiden 2026, Bukti Sukses Pembinaan EPA Macan Kemayoran

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah