← Beranda
Satu Lagi Korban Ledakan di Perumahan Grand Polonia Ditemukan dalam Keadaan Meninggal Dunia
Syahrul YunizarRabu, 22 Juli 2026 | 03.15 WIB
Tim SAR Gabungan mengevakuasi seorang korban meninggal dunia dari lokasi ledakan di Perumahan Grand Polonia, Medan, Sumut, pada Selasa sore (21/7). (Basarnas)

 

JawaPos.com - Tim SAR Gabungan kembali menemukan seorang korban ledakan di Perumahan Grand Polonia, Medan, Sumatera Utara (Sumut), pada Selasa (21/7). Korban dievakuasi dalam keadaan meninggal dunia. Operasi pencarian terus berjalan untuk menemukan dan mengevakuasi 1 korban lainnya.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Medan Hery Marantika menyampaikan bahwa hari ini merupakan hari kedua operasi SAR di lokasi ledakan. Sesuai dengan laporan awal, ledakan terjadi kemarin sore (20/7). Akibat ledakan itu tidak kurang dari 5 rumah rusak.

Untuk mencari para korban, Kantor SAR Kelas A Medan mengerahkan Tim Rescue beserta peralatan Urban Search and Rescue (USAR). Mereka bergerak bersama potensi SAR dari instansi lainnya seperti TNI, Polri, dan pemerintah daerah setempat.

Hari ini operasi SAR dimulai pukul 07.30 WIB. Pada pukul 15.40 WIB, Tim SAR Gabungan berhasil menemukan 1 orang korban berjenis kelamin perempuan dalam kondisi meninggal dunia. Jenazah korban tertimbun reruntuhan material bangunan di lokasi ledakan.

Baca Juga: Diduga Aktif Rekrut dan Sebar Propaganda, Densus 88 Antiteror Tangkap Terduga Teroris di Ciamis dan Lampung

”Selanjutnya korban dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Columbia Asia Medan untuk proses identifikasi oleh pihak berwenang,” kata Hery dalam keterangan resminya.

Dengan temuan tersebut, kini masih ada seorang korban lain yang diduga tertimbun reruntuhan bangunan. Berdasar data, saat ledakan terjadi terdapat 7 orang di sekitar lokasi kejadian. Sebanyak 4 orang korban selamat masing-masing atas nama Jeavelin (bayi berusia 2 tahun), Hasan, seorang sopir, dan seorang kurir.

Sementara korban meninggal dunia yang ditemukan dini hari tadi sudah teridentifikasi atas nama Jesika (perempuan berusia 36 tahun). Hery memastikan, proses pencarian akan terus dilakukan secara maksimal dengan mengedepankan keselamatan personel.

”Seluruh unsur SAR gabungan bekerja secara terpadu dengan membagi sektor pencarian serta memanfaatkan peralatan Urban Search and Rescue, termasuk drone thermal dan alat ekstrikasi untuk mempercepat proses pencarian korban,” jelasnya.

Diakui oleh Hery, medan operasi memiliki tingkat risiko cukup tinggi karena banyak material bangunan yang tidak stabil. Karena itu, setiap tahapan evakuasi dilakukan sangat hati-hati agar tetap menjamin keselamatan personel sekaligus memaksimalkan peluang menemukan korban.

”Saat ini fokus kami adalah menemukan satu korban yang masih dinyatakan hilang. Tim SAR Gabungan akan terus melanjutkan proses pencarian dengan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia hingga seluruh korban berhasil ditemukan,” pungkasnya.

 

EDITOR: Sabik Aji Taufan