← Beranda
Pelajar MAN 3 Padang Belajar Rakit Bom dari YouTube dan Instagram Saat Bulan Ramadhan
Ryandi ZahdomoJumat, 17 Juli 2026 | 13.27 WIB
Polisi menunjukkan sejumlah barang bukti ledakan bom rakitan di MAN 3 Padang, Sumbar, pada Selasa (14/7). (Polri)

JawaPos.com - Kasus ledakan bom rakitan di MAN 3 Padang, Sumatera Barat, akhirnya mulai menemukan titik terang. Pihak kepolisian mengungkapkan bahwa pelaku yang merupakan seorang pelajar berinisial RGJ alias R, 17, mempelajari seluruh proses pembuatan bahan peledak tersebut secara otodidak melalui platform media sosial.

Aksi nekat yang terjadi pada Selasa (14/7) pukul 11.30 WIB ini sempat membuat seisi sekolah geger. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden ledakan di lingkungan sekolah yang terletak di Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tengah, Kota Padang tersebut.

Belajar Otodidak Sejak Bulan Ramadan

Baca Juga: Nasib Pilu Heru Baskoro Anak Sayuti Melik, Dievakuasi Kemensos Usai Dana Pensiun Macet

Kabid Humas Polda Sumatera Barat Kombes Pol Susmelawati Rosya menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, RGJ memanfaatkan konten di YouTube dan Instagram untuk merakit bom. Pihak penyidik juga menegaskan belum menemukan adanya indikasi keterlibatan pihak luar yang membimbing pelajar tersebut.

"Dia mengaku belajar sendiri dari YouTube, Instagram, dan internet. Semuanya dipelajari secara otodidak," kata Susmelawati, Kamis (16/7).

Berdasarkan pengakuan remaja berusia 17 tahun itu, proses belajar secara daring ini sudah ia lakukan sejak bulan Ramadan atau sekitar Februari 2026. Aksi nekat ini ditengarai sengaja menyasar salah satu siswa di lingkungan sekolah tersebut.

Dugaan Motif Perundungan dan Fokus Trauma Healing

Baca Juga: Siswa Kelas 1 SD Asal Surabaya Raih Medali Perak di Olimpiade Matematika Internasional WMI 2026

Di sisi lain, polisi kini tengah mendalami latar belakang psikologis R secara mendalam. Kepada penyidik, pelajar kelas 3 itu mengaku nekat merencanakan aksi berbahaya tersebut karena akumulasi tekanan psikologis akibat perundungan yang ia terima.

"Sejak kelas 2 dia mengaku sudah di-bully oleh teman-temannya. Kemungkinan tindakan ini merupakan akumulasi dari tekanan psikologis yang dialaminya, tetapi hal itu masih kami dalami," tutur Susmelawati.

 

Terinspirasi Bom Sekolah di Jakarta & Masuk Grup Daring

Penyelidikan mendalam juga terus dilakukan oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri. Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri, Kombes Mayndra Eka Wardhana, sebelumnya menyebutkan bahwa aksi R ini ternyata terinspirasi dari peristiwa bom di SMA Negeri 72 Jakarta yang terjadi pada November tahun lalu.

Selain belajar dari video media sosial, pelaku juga mengaku mengumpulkan bahan-bahan peledak secara daring di rumahnya tanpa sepengetahuan orang tua. R bahkan terindikasi masuk ke dalam komunitas digital yang membahas topik berbahaya.

"Seluruh pengakuan tersebut, termasuk keikutsertaannya dalam sejumlah grup daring yang membahas pembuatan bahan peledak, masih dalam proses verifikasi dan pendalaman lebih lanjut oleh aparat penegak hukum," ucap Mayndra.

Baca Juga: Resep Kue Putu Tanpa Bambu, Lembut, Wangi Pandan, dan Isi Gula Aren Lumer

Di lokasi kejadian, petugas keamanan menemukan sejumlah barang bukti berbahaya yang diduga milik pelaku. Mulai dari kotak hitam, tas hitam, telepon genggam, petasan, pisau, anak panah, kelereng, hingga baut.

Hingga saat ini, pihak kepolisian belum menetapkan status hukum bagi R. Fokus utama aparat saat ini adalah memberikan pendampingan psikologis bagi remaja tersebut agar tidak terpapar paham radikal lebih jauh.

Selain fokus pada R, Polsek setempat bekerja sama dengan Kapolresta Padang dan organisasi perangkat daerah (OPD) juga langsung bergerak cepat melakukan trauma healing bagi siswa-siswi lain di MAN 3 Padang demi memulihkan kondisi psikologis di lingkungan sekolah.

EDITOR: Bintang Pradewo