← Beranda
Ekonomi Halal Global Terus Tumbuh, Indonesia Bidik Penguatan Posisi sebagai Pusat Industri Halal Dunia
Banu AdikaraMinggu, 5 Juli 2026 | 21.12 WIB
Ilustrasi: Ajang pameran industri halal di Indonesia. (Istimewa)

 

JawaPos.com – Penyelenggaraan D-8 Halal Expo Indonesia (HEI) 2026 dipastikan siap digelar. Ajang industri halal berskala internasional yang akan berlangsung pada 8–12 Juli 2026 di Senayan Tennis Indoor Complex, Jakarta, ini akan mempertemukan pelaku usaha, investor, buyer internasional, pemerintah, hingga masyarakat umum dalam satu ekosistem kolaborasi ekonomi halal.

Momentum tersebut hadir di tengah terus bertumbuhnya industri halal dunia. Berdasarkan State of the Global Islamic Economy (SGIE) Report 2024/2025 yang diterbitkan DinarStandard, belanja masyarakat muslim global pada sektor makanan halal, fesyen, kosmetik, farmasi, media, rekreasi, hingga perjalanan mencapai sekitar USD 2,43 triliun pada 2023 dan diproyeksikan meningkat menjadi USD 3,1 triliun pada 2027.

Besarnya nilai ekonomi tersebut membuat banyak negara berlomba memperkuat posisinya dalam rantai pasok industri halal global, termasuk Indonesia yang selama beberapa tahun terakhir terus mendorong pengembangan ekosistem halal nasional.

Baca Juga: 10 Kedai Dimsum Halal yang Lagi Viral di Bandung. Cocok untuk Agenda Kumpul Seru

D-8 Halal Expo Indonesia 2026 menjadi bagian dari rangkaian resmi D-8 Summit 2026 dengan tema Strengthening D-8 Halal Economy Through International Collaboration.

Direktur Utama Skyconnection sekaligus Organizer D-8 Halal Expo Indonesia 2026, Aryo Wibisono, mengatakan seluruh persiapan kini telah memasuki tahap akhir.

"Memasuki H-3, seluruh persiapan telah berjalan sesuai tahapan yang ditetapkan. Bersama seluruh mitra dan pemangku kepentingan, kami memastikan D-8 Halal Expo Indonesia 2026 siap menghadirkan penyelenggaraan bertaraf internasional yang mampu mempertemukan pengusaha, investor, buyer, pemerintah, hingga masyarakat dalam satu wadah kolaborasi," ujar Aryo.

Baca Juga: Kuliner Viral Bekasi, Hunting Ramen Halal Sampai Gurihnya Siomay Primaya yang Bikin Orang Rela Antri Panjang

Menurutnya, antusiasme peserta internasional juga terus meningkat. Hingga saat ini, negara-negara seperti Pakistan, Iran, Bangladesh, Malaysia, Turki, Sri Lanka, Palestina, dan Nigeria telah mengonfirmasi keikutsertaan dalam pameran tersebut.

Aryo menjelaskan, panitia juga mengundang buyer potensial dari berbagai negara agar kerja sama bisnis yang terjalin selama pameran dapat berlanjut setelah acara berakhir.

"Kami sangat optimistis melihat tingginya minat partisipasi negara-negara anggota D-8 maupun mitra internasional lainnya. Untuk memaksimalkan dampak ekonomi, kami juga mengundang buyer potensial dari berbagai belahan dunia agar transaksi dan kerja sama bisnis yang lahir dari expo ini dapat terus berlanjut setelah acara berakhir. Kami berharap Indonesia semakin memperkuat perannya sebagai pusat pengembangan industri halal sekaligus memperluas jejaring perdagangan, investasi, dan diplomasi ekonomi halal di tingkat global," katanya.

Sejak pertama kali digelar pada 2018, Halal Expo Indonesia terus menunjukkan peningkatan jumlah peserta dan pengunjung internasional. Tahun ini, penyelenggaraan menghadirkan empat agenda utama, yakni Exhibition, Business Matching, D-8 HEI Talk, serta D-8 HEI Cultural Festival.

Selain menjadi ajang pameran produk halal, D-8 HEI Talk akan menghadirkan lebih dari 15 sesi diskusi yang membahas ekonomi syariah, industri halal, pariwisata halal, hingga kewirausahaan dengan pembicara dari dalam dan luar negeri.

Baca Juga: Wajib Coba! Street Food Kya Kya Chinatownnya Surabaya Sediakan Menu Teppanyaki Halal dan Es Coklat Kental!

Data Global Islamic Economy Indicator (GIEI) dalam SGIE Report juga menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan ekosistem ekonomi Islam terbesar di dunia, terutama pada sektor makanan halal, keuangan syariah, modest fashion, dan kosmetik halal. Kondisi tersebut dinilai menjadi modal penting bagi Indonesia untuk memperkuat peran sebagai pusat industri halal global.

Panitia juga membuka kesempatan bagi masyarakat umum untuk menghadiri seluruh rangkaian kegiatan tanpa dipungut biaya. Pengunjung cukup melakukan registrasi secara langsung di lokasi maupun melalui situs resmi penyelenggara.

EDITOR: Banu Adikara