JawaPos.com - Pasca pembakaran pesawat dan penembakan pilot PT AMA Air pada Kamis (2/6), beredar informasi bahwa pesawat itu digunakan untuk mobilisasi pasukan dan logistik militer, Satuan Tugas (Satgas) Operasi Damai Cartenz membantah tudingan tersebut.
Menurut Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz Kombes Yusuf Sutejo, AMA Air hanya menjalankan misi kemanusiaan di Tanah Papua.
Bukan baru kali ini, dia menyampaikan bahwa peran itu sudah dijalankan selama puluhan tahun. Persisnya sejak 67 tahun lalu.
”Berdasarkan keterangan yang kami peroleh, PT AMA telah melayani penerbangan misi kemanusiaan dan pelayanan keagamaan di Papua selama 67 tahun. Baru kali ini mereka mengalami peristiwa yang sangat tragis seperti ini,” terang dia kepada awak media dikutip pada Sabtu (4/7).
Sebagaimana telah diketahui oleh publik, pesawat milik AMA Air dengan nomor registrasi PK-RCY dibakar habis oleh Kelompok Kriminal Bersenjata atau Organisasi Papua Merdeka(OPM).
Tidak hanya itu, mereka juga menembak pilot bernama Nicholas F. Gosselin hingga meninggal dunia.
”PT AMA Air murni menjalankan pelayanan bagi gereja-gereja dan masyarakat di wilayah pedalaman Papua,” ucap Yusuf.
Karena itu, Satgas Operasi Damai Cartenz memastikan penyidikan akan terus dilakukan secara profesional sampai tuntas.
Tujuannya untuk mengungkap seluruh pelaku serta motif di balik penembakan yang menewaskan pilot berpaspor Amerika Serikat (AS) tersebut.
Kepala Satgas Penegakan Hukum (Gakkum) Operasi Damai Cartenz Kombes I. G. G. Era Adinata menyampaikan bahwa pihaknya sudah melakukan penyelidikan sejak peristiwa pembakaran pesawat dan penembakan pilot terjadi pada Kamis (2/7). Beberapa saksi sudah diperiksa.
”Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, kami menyimpulkan bahwa aksi tersebut dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata Bakusip. Kelompok ini merupakan kelompok baru yang dipimpin oleh M. Mbalingga,” terang Kombes Era Adinata dikutip pada Sabtu (4/7).
Dari hasil penelusuran melalui berbagai sumber, termasuk media sosial (medsos), kelompok itu kerap mengasosiasikan diri berada di bawah Elkius Kobak.
Dia adalah salah seorang pentolan KKB atau Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang berbasis di wilayah Yahukimo.
”Dalam sejumlah unggahan media sosial, yang bersangkutan (M. MBalingga) mengaku sebagai bagian dari kelompok pimpinan Elkius Kobak di wilayah Yahukimo,” terang Era Adinata.
Namun demikian, saat ini pihaknya masih terus mendalami keterkaitan Kelompok Bakusip dengan Kelompok Elkius Kobak.
Sebab, keduanya sama-sama mengeluarkan keterangan sebagai pihak yang bertanggung jawab atas peristiwa di Lapter Balinggama.
”Selain itu, kami memperoleh dokumentasi berupa foto pelaku yang berdiri di atas pesawat PT AMA yang telah terbakar. Berdasarkan identifikasi, pelaku tersebut dipastikan adalah M. Mbalingga,” jelasnya.
Berdasar data Satgas Operasi Damai Cartenz, Kelompok Bakusip tergolong baru. Saat ini, petugas masih mengidentifikasi persenjataan yang dipakai oleh kelompok itu.
Polisi mengakui, sebelum pembakaran pesawat dan penembakan pilot terjadi, sempat keluar ancaman terhadap aktivitas penerbangan di Yahukimo.