← Beranda
Ribuan Liter MinyaKita di Jepara Diduga Bau Solar, Bulog Lakukan Penarikan
Dimas ChoirulKamis, 2 Juli 2026 | 21.29 WIB
Ilustrasi Minyakita di pasaran. (Dok. JawaPos.com)

JawaPos.com - Minyak goreng bantuan pangan merek MinyaKita yang diduga berbau solar ditemukan di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.

Menyikapi temuan tersebut, Perum Bulog menarik sebanyak 8.484 liter minyak goreng dari sejumlah desa untuk dikembalikan kepada produsen dan diganti dengan produk baru.

Dilansir Radar Pati (Jawa Pos Group), Kepala Gudang Bulog Rengging 207 Pecangaan, Jepara, Hermawan Adiputranto mengatakan, minyak goreng yang ditarik merupakan produk MinyaKita produksi PT Kusuma Mukti Remaja (KMR), Karanganyar, Jawa Tengah.

Hingga saat ini Bulog belum menerima penjelasan resmi mengenai penyebab dugaan kontaminasi tersebut.

Baca Juga: Terindikasi Berbau Solar, Bulog Tarik Minyakita Produksi PT KMR dari Pasaran

Meski begitu, dia tidak menampik bahwa berdasarkan laporan di lapangan aroma minyak memang berbeda saat kemasan dibuka.

“Secara resmi memang belum ada informasi mengenai penyebabnya. Namun, ketika kemasan dibuka, aromanya berbeda,” ujarnya.

Laporan pertama berasal dari Desa Suwawal Timur, Kecamatan Pakis Aji. Dari desa tersebut, Bulog menerima pengembalian sebanyak 379 kardus ditambah delapan liter minyak goreng.

Selanjutnya, dari Desa Plajan, Kecamatan Pakis Aji, terkumpul 299 kardus dan empat liter minyak goreng.

Sementara dari Desa Slagi tercatat sebanyak 28 kardus. Seluruh minyak goreng yang dilaporkan bermasalah tersebut dikumpulkan untuk kemudian dikembalikan kepada produsen.

Baca Juga: Mendag Pastikan Harga MinyaKita Tidak Naik, HET di Rp 15.700 per Liter

Hermawan menjelaskan, setiap kardus berisi enam pouch atau setara 12 liter minyak goreng.

Dengan total 707 kardus dan tambahan 12 liter, jumlah minyak yang ditarik mencapai 8.484 liter.

Ia mengungkapkan, sebagian minyak goreng memang telah diterima masyarakat sebagai bantuan pangan.

Namun setelah adanya laporan dugaan kontaminasi, Bulog langsung melakukan penarikan dan memfasilitasi proses pengembalian melalui pemerintah desa.

Dalam program bantuan pangan tersebut, setiap keluarga penerima manfaat memperoleh 20 kilogram beras dan empat liter minyak goreng sebagai alokasi bantuan selama dua bulan.

Baca Juga: Harga Eceran Tertinggi Minyakita Tak Naik, Tetap Rp 15.700 per Liter

Bulog menargetkan proses penarikan segera rampung agar penggantian dari produsen dapat dilakukan secepatnya.

Setelah seluruh data dari desa terkumpul, laporan akan direkap dan disampaikan kepada PT Kusuma Mukti Remaja.

Hermawan memastikan seluruh minyak goreng yang ditarik akan diganti oleh produsen.

Bulog hanya bertugas memfasilitasi penarikan dan penyaluran kembali agar masyarakat tetap menerima bantuan pangan yang layak.

“Kalau ada masyarakat yang ingin mengembalikan, langsung diproses. Silakan melapor melalui perangkat desa, nanti kami tindaklanjuti,” tandasnya.

Baca Juga: Jaga Daya Beli Masyarakat, Pemerintah Pertahankan HET MinyaKita Rp 15.700 per Liter

EDITOR: Bayu Putra