← Beranda
Bupati Purwakarta Om Zein Minta Maaf Soal Lirik Lagu 'Lalaki Langit, Lalanang Bejat'
Ryandi ZahdomoKamis, 2 Juli 2026 | 18.55 WIB
Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein. (Istimewa)

JawaPos.com - Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, akhirnya meminta maaf dan menyampaikan klarifikasi, usai lagu berbahasa Sunda ciptaannya, Lalaki Langit, Lalanang Bejat, memicu kontroversi.

Lagu yang diciptakan oleh pria yang akrab disapa Om Zein ini menuai kritik tajam karena dinilai memuat narasi patriarkal yang merendahkan kaum perempuan.

Merespons kritik tersebut, Om Zein dengan tegas membantah tudingan bahwa lagunya sengaja diciptakan untuk menyudutkan kaum perempuan.

Ia membeberkan bahwa karya berbentuk puisi dan lagu itu sebenarnya adalah sebuah otokritik personal yang ditulis beberapa tahun lalu.

Baca Juga: Lagu Sunda 'Lalaki Langit' Om Zein Viral, Atalia Praratya Kritik Keras Bupati Purwakarta

"Itu puisi dan lagu diciptakan tahun 2020, bercerita tentang diri saya sendiri. Berawal dari renungan atas perilaku saya sendiri yang menurut saya saat itu saya nakal," ujar Om Zein dalam keterangan resminya dikutip Kamis (2/7).

Ia menjelaskan bahwa lirik kontroversial tersebut merupakan bentuk kejujuran atas ketidaksempurnaan hidupnya di masa lalu, sekaligus medium kontemplasi spiritual.

"Saya bersyukur Tuhan menciptakan saya jadi lelaki. Mungkin jika saya diciptakan jadi perempuan, terjadi apa yang saya pikirkan karena saya belum bisa menjaga diri," tambahnya.

Sampaikan Permohonan Maaf Secara Terbuka

Meskipun menegaskan bahwa karyanya murni lahir dari introspeksi pribadi, Om Zein menyadari bahwa interpretasi masyarakat bisa berbeda.

Sebagai pejabat publik, ia memilih bersikap responsif dan meminta maaf atas kegaduhan yang terjadi.

Baca Juga: Dikenal dengan Lagu Igloo, KISS OF LIFE dikonfirmasi akan Comeback Agustus

"Saya mohon maaf jika ada pihak yang merasa tidak nyaman dengan lirik lagu itu. Namun tidak bermaksud menyinggung pihak tertentu. Itu murni cerita tentang diri saya sendiri," kata Om Zein.

Melalui klarifikasi ini, Bupati Purwakarta berharap masyarakat dapat melihat lagu Lalaki Langit, Lalanang Bejat sebagai sebuah pengingat bagi dirinya untuk terus berbenah. bukan sebagai bentuk sentimen negatif terhadap pihak lain.

Tuai Kritik Publik dan DPR

Selain dari masyarakat luas, gelombang protes salah satunya datang dari Anggota Komisi VIII DPR RI, Atalia Praratya, yang menyayangkan pemilihan diksi dalam karya kepala daerah tersebut.

Melalui akun Instagram pribadinya, Atalia Praratya mengungkapkan kekecewaan mendalam terhadap karya tersebut.

Menurut dia, isi lagu tersebut sudah menyentuh ranah biologis perempuan dan melahirkan stereotipe negatif yang tidak pantas keluar dari seorang pemimpin daerah.

Baca Juga: Sinopsis Film Biografi Rocketman (2019): Ikut Bernyanyi Lagu-Lagu Elton John dalam Film Biografinya

"Jujur, saya tidak habis pikir. Sepositif apa pun saya mencoba memaknai lagu ini, saya tidak menemukan sedikit pun ruang untuk menganggap lirik ini sebagai bentuk penghormatan kepada perempuan," tulis Atalia lewat akun @ataliapr, dikutip Kamis (2/7).

Legislator yang membidangi isu perempuan dan anak ini menegaskan bahwa lirik tersebut mencederai nilai luhur budaya Jawa Barat.

Baginya, kebudayaan Sunda seharusnya saling menghargai, bukan memojokkan salah satu gender.

"Sebodoh apa pun saya memahami Budaya Sunda, saya tahu bahwa Budaya Sunda dibangun di atas nilai silih asih, silih asah, silih asuh, silih wawangi. Dan saya percaya, Budaya Sunda tidak pernah mengajarkan kita untuk menertawakan beban biologis seorang perempuan," lanjut Atalia.

Di tengah perjuangan mengikis budaya patriarki di Indonesia, Atalia menilai kehadiran lagu ini menjadi sebuah langkah mundur dalam pemenuhan kesetaraan gender.

Baca Juga: Soal Lagu Hapus Aku dari Nidji, Dhea Ananda: Akulah Plot Twist Lagu Ini

 

EDITOR: Bayu Putra