JawaPos.com - Location maps Korem 072/Pamungkas ramai diserbut oleh warganet. Mereka memberikan penilaian bintang 1 dari skala 5 bintang pada penunjuk lokasi tersebut.
Tidak hanya itu, sejumlah komentar ditinggalkan oleh netizen pasca viralnya peristiwa dalam event Jogja Marathon.
Peristiwa yang menjadi sorotan terjadi ketika Komandan Korem 072/Pamungkas Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono berlari bersama seorang ajudannya.
Marshal yang melihat ajudan jenderal bintang satu itu tidak menggunakan BIB atau nomor peserta langsung mencegat ajudan tersebut dan memintanya keluar dari jalur pelari.
Tidak lama setelahnya, melintas Brigjen Yuniar sambil berusaha menjelaskan bahwa orang yang diminta menepi oleh marshal dalam event tersebut adalah ajudannya.
Namun, marshal itu bersikeras agar pria itu menyingkir dari arena lari yang masih dilalui oleh peserta. Peristiwa itu viral di media sosial (medsos) dan menyita perhatian publik.
Tidak sampai di situ penanda lokasi pada Google Maps Korem 072/Pamungkas juga ikut diserbu. Warganet yang merasa resah dan kecewa mengutarakan perasaan mereka melalui komentar serta penilaian yang dibuat. Saat dilihat pada Senin (22/6) pukul 19.20 WIB, penanda lokasi tersebut sudah mendapat bintang 1.
”Karena nila setitik, rusak reputasi Korem,” tulis pemilik akun Google Firah Y.
Tidak hanya itu, sejumlah komentar lain bernada kritik dan masukan juga disampaikan oleh publik. Salah satunya pemilik akun Google Sisti yang menuliskan saran agar semua pihak menyampaikan permohonan maaf dan meninggalkan penilaian bintang 1.
”Lebih mudah minta maaf sambil senyum pak, nanti di sosmed viralnya berjiwa ksatria, berani mengakui kesalahan,” imbuhnya.
Atas viralnya peristiwa tersebut, TNI AD sudah buka suara. Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono menyampaikan bahwa peristiwa itu hanya kesalahpahaman yang terjadi di lapangan antara ajudan Brigjen Yuniar dengan marshal pada event tersebut.
Menurut dia, ajudan jenderal bintang satu itu juga memiliki dan mengenakan BIB atau nomor peserta.
”Berdasarkan penjelasan yang diperoleh, ajudan yang mendampingi Danrem juga mengikuti kegiatan sejak awal dengan menggunakan nomor peserta (BIB). Namun dalam pelaksanaannya diduga nomor peserta tersebut terlepas saat berada di lintasan yang cukup padat sehingga menimbulkan kesalahpahaman saat pemeriksaan oleh petugas,” terang dia kepada awak media pada Senin (22/6).
Menurut Donny, Brigjen Yuniar tidak sendiri menghadiri event tersebut. Dia turut serta bersama istri, anak, dan ajudannya. Seluruhnya mengikuti kegiatan tersebut sebagai peserta menggunakan empat tiket umum dan telah terdaftar secara resmi seperti peserta lain.
TNI AD memastikan, setelah kejadian tersebut, pihak penyelenggara, event organizer, dan Brigjen Yanuar telah melakukan komunikasi serta klarifikasi secara langsung. Semua pihak memahami bahwa kejadian tersebut murni merupakan persoalan teknis di lapangan dan telah diselesaikan dengan baik.
”Kami mengapresiasi profesionalisme panitia dan petugas yang menjalankan tugas sesuai prosedur untuk menjaga ketertiban kegiatan, sekaligus menghargai langkah cepat penyelenggara dalam melakukan klarifikasi sehingga tidak terjadi kesalahpahaman yang berkepanjangan di ruang publik,” jelasnya.
Donny pun memastikan bahwa hubungan antara Korem 072/Pamungkas dan penyelenggara kegiatan tetap berjalan dengan baik.
Karena itu, pihaknya berharap masyarakat melihat peristiwa tersebut secara proporsional dan tidak mengaitkannya dengan hal-hal lain yang tidak sesuai dengan fakta di lapangan.