← Beranda
Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Dhimas GinanjarSabtu, 20 Juni 2026 | 19.31 WIB
Kapolri Listyo Sigit Prabowo saat ziarah ke makam Bung Karno di Blitar. (Mabes Polri)

 

JawaPos.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melanjutkan rangkaian ziarah ke makam para mantan Presiden Republik Indonesia menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Kali ini, Kapolri berziarah ke makam Presiden RI pertama, Ir. Soekarno atau Bung Karno, di Kota Blitar, Jawa Timur, Sabtu (20/6/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari tradisi yang dilakukan Polri untuk mengenang jasa para pemimpin bangsa. Selain itu, ziarah juga dimaknai sebagai upaya menyerap nilai-nilai perjuangan dan kepemimpinan yang diwariskan kepada generasi penerus.

Sebelum mengunjungi makam Bung Karno, Kapolri lebih dahulu berziarah ke makam Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur di Jombang. Setelah dari Blitar, rangkaian kegiatan dijadwalkan berlanjut ke makam Presiden ke-2 RI Soeharto sebelum ditutup dengan ziarah ke Taman Makam Pahlawan Kalibata.

“Tadi pagi, kami berziarah ke makam almarhum Presiden Gus Dur. Dan Alhamdulillah, sekarang kami melaksanakan ziarah ke makam almarhum Presiden Soekarno. Dan setelah ini kami akan melanjutkan ke makam Bapak Presiden Soeharto dan selanjutnya akan kami tutup ke Taman Makam Pahlawan Kalibata,” kata Sigit.

Menurut Kapolri, rangkaian ziarah tersebut memiliki makna yang lebih dalam daripada sekadar kegiatan seremonial. Momen tersebut menjadi sarana refleksi untuk memahami kembali nilai-nilai yang telah ditanamkan para pemimpin bangsa dalam perjalanan sejarah Indonesia.

Ia menilai nilai kepemimpinan, pengabdian, serta semangat menjaga persatuan bangsa yang diwariskan para presiden terdahulu masih sangat relevan hingga saat ini. Nilai-nilai tersebut juga menjadi pedoman penting bagi institusi Polri dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

“Tentunya rangkaian kegiatan yang kami laksanakan kali ini merupakan bagian dari tradisi kami untuk bisa menyerap dan tentunya menggali nilai-nilai dari para pemimpin bangsa yang tentunya ini sangat penting khususnya bagi institusi Polri, yang tentunya kita memiliki satu amanah untuk terus bisa mempertahankan apa yang diwariskan, apa nilai-nilai yang telah diberikan oleh mantan-mantan Presiden kita, mantan-mantan pemimpin bangsa kita terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia dan juga terhadap institusi Polri,” ujar Sigit.

Kapolri menegaskan bahwa warisan pemikiran dan semangat perjuangan para pemimpin bangsa harus terus dijaga oleh generasi penerus. Menurutnya, nilai-nilai tersebut merupakan fondasi penting dalam menjaga keberlangsungan pembangunan bangsa dan negara.

Ia menambahkan, Polri memiliki tanggung jawab untuk meneruskan semangat pengabdian yang telah dicontohkan para pemimpin nasional. Semangat tersebut diperlukan agar institusi kepolisian mampu menjawab berbagai tantangan yang terus berkembang di tengah masyarakat.

Bagi Polri, lanjut Sigit, nilai-nilai perjuangan para tokoh bangsa dapat menjadi sumber inspirasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Warisan tersebut juga menjadi pengingat bahwa setiap tugas yang dijalankan harus selalu berorientasi pada kepentingan bangsa dan negara.

“Demikian juga ini menjadi sesuatu kekuatan, sesuatu hal yang positif untuk terus kami kembangkan sebagai spirit untuk institusi Polri, agar terus bisa melaksanakan apa yang menjadi amanah institusi, amanah masyarakat, bangsa, dan negara, untuk menjalankan seluruh tugas dan tanggung jawab tersebut dengan sebaik-baiknya,” ucap Sigit.

Ziarah ke makam Bung Karno menjadi salah satu rangkaian penting dalam peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang akan jatuh pada 1 Juli 2026. Melalui kegiatan tersebut, Polri ingin meneguhkan kembali komitmen untuk terus menjaga nilai-nilai kebangsaan yang telah diwariskan para pendiri dan pemimpin bangsa.

Selain menjadi bentuk penghormatan kepada tokoh nasional, kegiatan ini juga menjadi momentum refleksi bagi seluruh jajaran kepolisian. Harapannya, semangat perjuangan, pengabdian, dan kepemimpinan yang diteladankan para presiden terdahulu dapat terus menjadi inspirasi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

EDITOR: Dhimas Ginanjar