← Beranda
Pekerja Komitmen Sesuai Target, Menteri PU Dody Pastikan Sekolah Rakyat di Sukoharjo Fungsional Juli 2026
Ilham Dwi Ridlo Wancoko• Senin, 15 Juni 2026 | 03.05 WIB
Mengejar tenggat waktu fungsional pada pertengahan Juli 2026, Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, menginstruksikan percepatan penyelesaian Sekolah Rakyat (SR) 2. (Istimewa)

JawaPos.com - Misi besar Presiden Prabowo Subianto untuk memutus rantai kemiskinan ekstrem melalui pendidikan asrama gratis mulai menemukan wujudnya di Sukoharjo, Jawa Tengah. Mengejar tenggat waktu fungsional pada pertengahan Juli 2026, Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, menginstruksikan percepatan penyelesaian Sekolah Rakyat (SR) 2. 

Melibatkan 800 pekerja yang berpacu dengan waktu hingga tengah malam. Menariknya, pekerja bangunan SR berjanji ke Menteri Dody untuk mati-matian menyelesaikan pembangunan sesuai target. 

Di tengah kunjungannya, Dody menyoroti keberhasilan proyek SR Sukoharjo yang kini telah masuk ke dalam "zona hijau" atau sesuai target perencanaan. Padahal, proyek ini sempat mangkrak selama dua bulan akibat penolakan warga terkait kerusakan jalan desa yang dilalui kendaraan berat proyek.

"Hampir di semua tempat yang menggunakan akses publik selalu menemui kendala serupa. Jalan desa atau kabupaten biasanya bukan jalan yang layak dilewati alat berat. Oleh karena itu, para penyedia jasa (kontraktor) memang harus mengeluarkan upaya ekstra, semacam CSR, untuk menyiapkan atau memperbaiki jalan kerjanya terlebih dahulu," ujar Dody saat diwawancarai di lokasi proyek.

Dody mencontohkan, kendala serupa juga terjadi di Brebes, di mana pihak pelaksana sampai harus membangun jembatan bailey sementara. "Hal itu agar distribusi logistik tidak mengganggu aktivitas warga setempat," terangnya. 

Menteri Dody memaparkan bahwa secara rata-rata nasional, progres pembangunan Sekolah Rakyat di berbagai wilayah Indonesia telah menyentuh angka 78 persen. Pemerintah menargetkan pengerjaan struktural dapat rampung pada 20 Juni 2026.

Baca Juga: Sidak Progres Sekolah Rakyat di NTB, Menteri PU Apresiasi Dukungan TNI dan Komitmen Penyedia Jasa Lokal

Fokus utama Kementerian PU saat ini adalah memastikan gedung-gedung utama, yakni tingkat SD, SMP, dan SMA, bisa fungsional untuk digunakan pada pertengahan Juli. Khusus untuk proyek di Sukoharjo, Dody menargetkan kesiapan fisik bisa mencapai lebih dari 90 persen saat target waktu tersebut tiba.

"Kita tetap optimistis. Minimum gedung SD, SMP, dan SMA bisa kita selesaikan dulu agar adik-adik bisa masuk ke sekolah yang baru di tahun ajaran baru pada Juli nanti. Kalaupun ada beberapa tempat yang belum 100 persen tuntas, minimal harus sudah fungsional," tegasnya.

Menariknya, dalam inspeksi tersebut, Dody memiliki cara tersendiri untuk mengecek kualitas dan progres proyek. Alih-alih hanya melihat fasad bangunan dari depan, ia memilih langsung mengecek area belakang proyek.

"Makanya saya tadi langsung ke belakang. Saya biasanya melihat bagian paling akhir untuk mengecek di mana letak masalahnya. Kalau di depan kan tidak kelihatan, di belakang baru ketahuan kondisinya seperti apa," jelas Dody membagikan gaya kepemimpinannya.

Saat mengecek itulah, banyak pekerja bangunan yang meminta berfoto bersama Menteri Dody. Saat itu para pekerja langsung berceletuk. "Kami selesaikan pekerjaan sesuai target," ujar mereka hampir bersamaan. Saat itu Menteri Dody langsung merespon dengan mengucapkan terima kasih. Sekaligus mengacungkan jempolnya ke pekerja yang tengah menyelesaikan atap gedung SR di malam hari.

Dalam peninjauannya, Dody juga memetakan perbedaan tantangan pembangunan SR di Pulau Jawa dan luar Pulau Jawa. Di Sukoharjo dan wilayah Jawa lainnya, tantangan terbesar saat ini berada pada fase arsitektural dan finishing. "Fase ini membutuhkan waktu paling lama karena sangat bergantung pada detail dan ketersediaan tenaga kerja terampil," paparnya. 

Sementara itu, untuk proyek SR di luar Jawa seperti Sumatera, Maluku, dan Sulawesi, kendala utamanya adalah infrastruktur logistik. "Masalahnya ada pada akses jalan logistik dari pelabuhan atau bandara terdekat sampai ke titik lokasi Sekolah Rakyat. Setiap tempat punya masalah sendiri, dan satu per satu kita cari solusinya agar akhir Juni ini benar-benar bisa selesai," tambahnya.

Pembangunan masif Sekolah Rakyat ini bukan sekadar proyek infrastruktur biasa. Dody menekankan bahwa ini adalah amanat langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk memutus rantai kemiskinan ekstrem di Indonesia melalui jalur pendidikan.

Baca Juga: Menteri Dody Lantik 7 Pejabat Eselon I Kementerian PU, Perkuat Kinerja dan Dukung Program Prioritas

Sekolah Rakyat dirancang dengan sistem boarding school (sekolah berasrama) yang diperuntukkan bagi keluarga prasejahtera.

"Sesuai arahan Pak Presiden, cara paling gampang memutus kemiskinan ekstrem adalah dengan menyekolahkan putra-putri mereka. Bapak ibunya mungkin petani atau buruh, tapi anak-anaknya bisa jadi sarjana dan sukses. Semuanya gratis; asrama, baju, alat tulis, hingga laptop diberikan," papar Dody.

Sementara Project Manager Sekolah Rakyat 2 Kabupaten Sukoharjo, Mochammad Safirul Kamil, mengungkapkan bahwa per tanggal 14 Juni, progres fisik pembangunan telah menyentuh angka 82,46 persen. Pihaknya optimistis sisa pengerjaan akan tuntas dalam kurun waktu kurang dari sepekan ke depan.

"Kami masih optimistis sampai dengan tanggal 20 Juni bisa selesai, dan fungsional pada tanggal 1 Juli agar adik-adik kita bisa segera melakukan kegiatan belajar mengajar di sini," ujar Safirul.

Untuk mengejar sisa target penyelesaian, manajemen proyek menerapkan langkah taktis yang masif. Saat ini, sebanyak 800 pekerja yang terdiri dari 300 tenaga kerja lokal dan 500 pekerja non-lokal dikerahkan. "Mereka bekerja dalam tiga sif setiap harinya, mulai dari pagi hingga pergantian hari di pukul 12 malam," paparnya.

EDITOR: Edy Pramana