← Beranda
Tidak Sekadar Bisnis, Kebermanfaatan ke Masyarakat Jadi Indikator Keberhasilan Perusahaan
Ilham SafutraRabu, 27 Mei 2026 | 02.00 WIB
Petani saat menyadap pohon karet mendapat pendampingan. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Kehadiran korporasi tidak hanya diukur seberapa besar profit yang dihasilkan. Lebih dari itu, suatu perusahaan harus bisa memberikan kebermanfaatan kepada masyarakat sekitar tempat mereka berada. 

Nilai-nilai itu menjadi dasar bagi PT Reswara Minergi Hartama (Reswara) hadir di Kalimantan Selatan (Kalsel). Direktur PT Reswara Minergi Hartama Iwan Hermawan mengatakan, kekuatan utama dalam bisnis terletak pada kepemimpinan dan tata kelola yang konsisten. 

"Kewajiban perusahaan dilihat dari cara untuk memastikan bahwa kehadirannya benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat," ungkap Iwan Hermawan kepada wartawan pada Selasa (26/5). 

Pertumbuhan operasional perusahaan harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat dan perlindungan lingkungan. Oleh karena itu, arah kebijakan CSR dan ESG harus dibangun dengan pendekatan yang lebih substantif untuk menumbuhkan kemandirian sosial dan ekonomi masyarakat. 

Baca Juga: Dari Motor ke Sepeda, Gaya Hidup Para Bikers Kini Makin Ramah Lingkungan

Ketika memiliki program untuk lingkungan, kata Iwan, perusahaan itu harus mampu meningkatkan kapasitas, peluang, dan kemandirian masyarakat sekitarnya yang bisa tumbuh dalam jangka panjang.

Salah satu contoh utamanya terlihat pada program pemulihan lingkungan yang dijalankan melalui anak usaha Reswara, PT Tunas Inti Abadi (TIA), di Tanah Bumbu, Kalsel. TIA mencatat total reklamasi lahan mencapai 901,26 hektare (ha). 

Pada saat yang sama, realisasi rehabilitasi daerah aliran sungai telah mencapai 1.745,10 ha atau setara 100 persen dari kewajiban yang ditetapkan, dengan total 563.268 pohon telah ditanam di area IUP TIA. 

Di ranah pemberdayaan ekonomi juga terdapat progam pengembangan Kopi Aranio di Desa Tiwingan Lama, Aranio, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Program ini menggabungkan revitalisasi lahan dengan penguatan kapasitas petani kopi lokal. Pengukuran Social Return on Investment (SROI) menunjukkan nilai 3,38, yang mencerminkan adanya manfaat sosial dan ekonomi yang lebih luas  dari program tersebut. 

Baca Juga: Sampah Organik Jadi Sorotan, Kementerian Lingkungan Hidup Luncurkan Proyek Besar Reduksi Emisi Metana

Reswara juga menjalankan pemberdayaan perempuan melalui dukungan terhadap UMKM lokal. Perusahaan juga mendukung penyaluran produk batik Sasirangan di Desa Bunati, Kecamatan Sungai Loban, Tanah Bumbu. 

“Reswara menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat program CSR dan ESG yang berorientasi pada dampak jangka panjang," ujarnya. 

Dia menegaskan, perusahaan akan melanjutkan pemulihan lingkungan secara konsisten, memperkuat pemberdayaan masyarakat berbasis kebutuhan lokal, serta menjaga agar agenda keberlanjutan tetap terhubung dengan strategi bisnis perusahaan.

Sementara itu, Direktur Utama PT ABM Investama Tbk (ABMM) Achmad Ananda Djajanegara mengatakan, CSR merupakan bagian penting dari framework ESG, terutama pada aspek sosial, yang dijalankan untuk menopang keberlanjutan bisnis. 

"Melalui program CSR yang terarah kami ingin memastikan bahwa pertumbuhan usaha juga diikuti dengan penguatan masyarakat, peningkatan kesejahteraan, dan dampak yang nyata. Pendekatan inilah yang juga dijalankan Grup ABMM dalam menerjemahkan keberlanjutan di tingkat operasional,” jelas Andi, sapaan akrabnya.

EDITOR: Ilham Safutra