← Beranda
Wapres Gibran Sebut Pengembangan Sentra Garam di Rote Ndao Dukung Kebutuhan Nasional, Nindya Karya Siap Perkuat Swasembada
AntaraSelasa, 26 Mei 2026 | 03.21 WIB
Wapres Gibran dilansir dari Antara saat meninjau Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao, Provinsi NTT. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Kebutuhan garam nasional yang mencapai sekitar 5 juta ton per tahun masih belum dapat dipenuhi sepenuhnya dari produksi dalam negeri. Wapres Gibran Rakabuming Raka menilai pengembangan sentra industri garam memiliki peran strategis dalam mendukung kebutuhan nasional.

”Kebutuhan garam kita per tahun itu 5 juta ton. Kita belum bisa memenuhi itu, makanya proyek ini sangat penting untuk bisa memenuhi kebutuhan garam dalam negeri. Karena Pak Presiden punya kepedulian untuk swasembada pangan, ya garam ini salah satunya,” kata Wapres Gibran dilansir dari Antara saat meninjau Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao, Provinsi NTT.

Selain mendukung swasembada, Wapres juga menekankan pentingnya percepatan operasional kawasan agar manfaat ekonominya segera dirasakan masyarakat sekitar.

Baca Juga: Cerita Warga Transmigran:  Datang Diperhatikan, Kini Bagai Anak Ayam Kehilangan Induk

”Kita ingin ini segera bisa fungsional ya. Kita ingin bisa membuka lapangan pekerjaan sebanyak-banyaknya, warga lokal juga bisa terbantu, kesejahteraannya meningkat, dan yang paling penting multiplier effect dari pembangunan proyek ini bisa terasa. Jadi tidak hanya di atas kertas saja tapi benar-benar dirasakan warga yang ada di sini,” tambah Gibran.

Bupati Rote Ndao Paulus Henuk menyampaikan harapannya agar proyek strategis tersebut dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya warga yang terdampak pembangunan kawasan tambak garam. Pemerintah daerah siap mendukung penuh program pemerintah pusat yang berdampak positif bagi kesejahteraan masyarakat.

”Kementerian KKP menganggarkan cukup besar, ini harus bisa berjalan dengan baik sehingga rakyat di Rote Ndao terutama yang terdampak dengan K-SIGN ini bisa menikmati hasil dari pembangunan ini,” ujar Paulu Henuk.

Baca Juga: Penjelasan Uskup Agung Merauke Soal PSN di Papua

Sementara itu, Direktur Utama Nindya Karya Firmansyah menyatakan, pembangunan proyek tambak garam di Kabupaten Rote Ndao, sebagai bagian dari K-SIGN menjadi langkah strategis untuk memperkuat industri garam nasional dan mengurangi ketergantungan impor. Pengembangan kawasan garam tersebut diharapkan mampu mengoptimalkan potensi daerah sekaligus mendorong kemandirian ekonomi berbasis sumber daya lokal.

”Kami menegaskan komitmen untuk terus mendukung program pemerintah melalui pembangunan infrastruktur yang mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat daya saing industri di Tanah Air,” ujar Firmansyah.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah