← Beranda
Kiai Jombang Kecam Israel karena Diduga Siksa 9 WNI dalam Misi Sumud Flotilla
Sabik Aji TaufanMinggu, 24 Mei 2026 | 15.52 WIB
Pengasuh Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar Jombang, Abdussalam Shohib alias Gus Salam. (Istimewa)
 
JawaPos.com - Pengasuh Pondok Pesantren Denanyar Jombang, Abdussalam Shohib mengecam dugaan penyiksaan terhadap 9 WNI yang tergabung dalam misi kemanusiaan Sumud Flotilla oleh Israel. Menurutnya, para WNI ini tidak seharusnya mendapat kekerasan karena berstatus orang sipil. 
 
“Aspek kemanusiaan harus diutamakan dari ketentuan dan batasan yang wajib dilakukan seseorang,” kata Gus Salam, Minggu (24/5).
 
“Ketika sedang menjalankan sholat wajib saja boleh dibatalkan, bahkan wajib dibatalkan bila kondisi darurat untuk menyelamatkan manusia,” tambahnya.
 
Dia menyampaikan, perlindungan rakyat sipil dalam misi kemanusiaan sudah diatur oleh hukum internasional. Negara mana pun diwajibkan untuk mentaati aturan tersebut.
 
Baca Juga: Menhub Dudy Sebut Dana Rp 4 Triliun dari Presiden Perkuat Keselamatan KA
 
Meski begitu, Gus Salam meragukan Israel akan taat terhadap hukum internasional tersebut. Tindakan Israel tersebut dianggap sebagai bentuk krisis kemanusiaan.
 
“Di jaman Mesir kuno, keturunan Yahuda, disebut Yahudi, rata‐rata berotak cerdas, tapi sebagian besar berwatak buruk; kikir, sombong, keduniaan, berkeinginan menguasai bangsa lain, ashabiyah (fanatis), kejam, dan sebagainya,” jelasnya.
 
Gus Salam menyampaikan, Asia Barat dan Timur Tengah dikenal kaya sumber daya alam, terutama minyak dan gas bumi. Selama ini sering diperebutkan oleh negara Barat.
 
Atas tindakan tersebut, Gus Salam mendorong dunia internasional memberikan sanksi kepada Israel. “Bila negara tidak bisa, maka kelompok atau organisasi masyarakat sipil di dunia bisa secara mandiri atau berjejaring melakukan seruan moral untuk menekan dan memberi sanksi terhadap zionis Israel,” tandasnya.
EDITOR: Sabik Aji Taufan