JawaPos.com - PT PLN (Persero) bergerak cepat menangani gangguan listrik massal yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra dengan menerjunkan tim teknis ke berbagai titik jaringan kelistrikan terdampak, Kamis (22/5) malam.
Langkah darurat itu dilakukan setelah sistem kelistrikan Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) mengalami gangguan besar yang menyebabkan pemadaman di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat hingga Riau.
PLN menyatakan fokus utama saat ini masih mempercepat pemulihan pasokan listrik sekaligus menelusuri sumber gangguan pada sistem transmisi.
Executive Vice President Komunikasi Korporat & TJSL PLN, Gregorius Adi Trianto, mengatakan personel teknis telah diterjunkan langsung ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh.
“Saat ini tim teknis PLN telah diterjunkan ke lapangan untuk melakukan pengecekan menyeluruh pada sistem dan jaringan kelistrikan, untuk upaya pemulihan sekaligus menelusuri penyebab gangguan yang terjadi,” ujar Gregorius dalam keterangannya, Kamis (22/5).
Baca Juga: Sumbar Gelap Gulita Akibat Listrik Padam, Berapa Lama Tim Teknis PLN Bekerja?
Berdasarkan informasi sementara PLN, gangguan terjadi pada pukul 18.44 WIB saat sistem Sumatera Bagian Utara dan Sumatera Bagian Tengah terpisah. Kondisi itu dipicu terputusnya jaringan transmisi Rumai Muaro Bungo 275 kV yang kemudian menyebabkan padam total di wilayah Sumatra bagian utara.
“Pukul 18:44 Sistem Sumatera Bagian Utara - Sumatera Bagian Tengah Terpisah dan Sumatra Bagian Utara Padam Total. Terputus di Rumai Muaro Bungo 275 kV,” tulis PLN dalam informasi sementara.
Akibat gangguan tersebut, sejumlah daerah di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat dan Riau mengalami pemadaman listrik secara bersamaan.
PLN memastikan proses pemulihan terus dilakukan secara bertahap dengan memaksimalkan koordinasi antarunit operasional dan tim lapangan.
Selain melakukan penanganan teknis, PLN juga meminta masyarakat tetap tenang dan mengikuti informasi resmi terkait perkembangan kondisi kelistrikan.
PLN turut menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan akibat gangguan listrik massal tersebut.