← Beranda
Warga Sumut Bersiap, Ini Penjelasan PLN Soal Blackout Massal di Sumatra
Ryandi ZahdomoSabtu, 23 Mei 2026 | 04.03 WIB
ILUSTRASI Blackout/gangguan listrik. (ANTARA)

JawaPos.com - Sejumlah wilayah di Pulau Sumatra terpaksa harus bergelap-gelap akibat pemadaman listrik massal yang terjadi pada Jumat (22/5) malam. Blackout ini dilaporkan melanda berbagai provinsi mulai dari Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, hingga Riau sejak pukul 18.44 WIB.

Merespons situasi tersebut, pihak PT PLN (Persero) langsung bergerak cepat untuk mengidentifikasi masalah dan melakukan upaya pemulihan total.

Penyebab Pemadaman Listrik Massal di Sumatera

Baca Juga: Riau Gelap Gulita Malam Ini, Listrik di Mapoyan Damai hingga Rumbai Kompak Mati

Berdasarkan informasi sementara yang dihimpun, pemadaman meluas ini dipicu oleh adanya masalah teknis yang membuat sistem kelistrikan di dua wilayah besar terpisah.

Pada pukul 18.44 WIB, sistem Sumatra Bagian Utara (SBU) dan Sumatera Bagian Tengah (SBT) dilaporkan terpisah akibat gangguan yang terjadi pada jaringan transmisi Rumai–Muaro Bungo 275 kV. Putusnya keterkaitan sistem ini langsung berdampak pada padam totalnya aliran listrik di wilayah Sumatera Bagian Utara.

Manager Komunikasi PLN UID Sumatera Utara, Darma Saputra, mengonfirmasi bahwa pihak internal sedang mendalami insiden ini.

"PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumatera Utara saat ini tengah melakukan pemeriksaan atas gangguan sistem kelistrikan yang terjadi di wilayah Sumatera Utara sejak pukul 18.44 WIB," ujar Darma Saputra melalui instagram resmi PLN Sumut, Jumat (22/5).

Baca Juga: Riau Gelap Gulita Malam Ini, Listrik di Mapoyan Damai hingga Rumbai Kompak Mati

Beliau juga menambahkan mengenai langkah cepat yang diambil oleh petugas di area terdampak.

"Saat ini tim teknis PLN telah diterjunkan ke lapangan untuk melakukan pengecekan menyeluruh pada sistem dan jaringan kelistrikan, sekaligus menelusuri penyebab gangguan yang terjadi," tambahnya.

Proses Pemulihan Butuh Waktu hingga 8 Jam
Skala gangguan yang cukup besar pada jaringan transmisi membuat proses penormalan tidak bisa dilakukan dalam sekejap. PLN memperkirakan proses pemulihan (recovery) membutuhkan waktu cukup lama, yakni sekitar 6 hingga 8 jam, tergantung pada kondisi riil sistem di lapangan.

Hingga saat ini, petugas teknis masih terus berjibaku di lapangan demi mengembalikan pasokan listrik ke rumah-rumah warga.

Mengenai situasi darurat ini, Executive Vice President Komunikasi Korporat & TJSL PLN, Gregorius Adi Trianto, turut memberikan penjelasan senada melalui keterangan tertulisnya.

Baca Juga: 3 Zodiak ini Dapat Hoki Tahun Kuda Api, Rezekinya Sepanjang 2026 Turun Deras Seperti Hujan

"Saat ini tim teknis PLN telah diterjunkan ke lapangan untuk melakukan pengecekan menyeluruh pada sistem dan jaringan kelistrikan, untuk upaya pemulihan sekaligus menelusuri penyebab gangguan yang terjadi," kata Adi Trianto.

Imbauan PLN untuk Masyarakat Terdampak

Mengingat pemadaman listrik meluas ke kota-kota besar seperti Medan, Dumai, Pangkalan Kerinci, hingga Bagansiapiapi, masyarakat diminta untuk tetap berhati-hati, terutama dalam penggunaan penerangan alternatif di dalam rumah.

PLN juga berjanji akan terus memperbarui informasi mengenai perkembangan perbaikan jaringan kelistrikan Sumatera secara transparan.

Baca Juga: Legislator Golkar Dukung Kelanjutan PSN Wanam sebagai Upaya Ketahanan Pangan Nasional

"PLN mengimbau masyarakat untuk tetap tenang. Informasi perkembangan penanganan gangguan akan disampaikan secara berkala melalui aplikasi PLN Mobile dan layanan Contact Center PLN 123," imbuh Adi Trianto.

EDITOR: Bintang Pradewo