← Beranda
Sempat Tertimbun Longsor, Tim SAR Gabungan Temukan 2 Korban Longsor di Curug Cileat Subang
Syahrul YunizarSabtu, 16 Mei 2026 | 23.29 WIB
Tim SAR Gabungan mengevakuasi jenazah korban tertimbun longsor di Subang, Jabar, pada Sabtu (16/5). (Basarnas)

 

JawaPos.com - Longsor yang terjadi di Kawasan Curug Cileat, Desa Mayang, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, Jawa Barat (Jabar) pada Sabtu (16/5) memakan 2 korban jiwa. Tim SAR Gabungan berhasil menemukan 2 jenazah korban yang sempat tertimbun material longsor melalui operasi SAR sejak pagi tadi.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Bandung Ade Dian Permana menyampaikan bahwa operasi pencarian melibatkan unsur SAR gabungan dari berbagai instansi dan berbagai potensi SAR. Operasi tersebut sudah berlangsung sejak pukul 07.30 WIB.

”Pukul 08.00 WIB dilakukan assessment area menggunakan drone thermal untuk mempercepat proses pencarian korban,” ucap Ade Dian Permana dalam keterangan resmi yang disampaikan kepada awak media.

Setelah itu, korban pertama atas nama Winda Lianbong yang berusia 20 tahun ditemukan pada pukul 11.23 WIB pada titik koordinat 6°46'37.2"S 107°45'07.7"E. Tidak jauh dari lokasi tersebut, tim kemudian menemukan korban kedua atas nama Alda Apriliani usia 22 tahun.

”Setelah kedua korban berhasil ditemukan, Tim SAR Gabungan langsung melaksanakan proses evakuasi menuju rumah duka. Seluruh korban telah berhasil dievakuasi pada pukul 12.59 WIB,” terang dia.

Atas ditemukannya jenazah kedua korban, operasi SAR secara resmi diusulkan ditutup setelah pelaksanaan debriefing dan evaluasi pada pukul 13.10 WIB. Seluruh unsur SAR yang terlibat kemudian dikembalikan oleh Kantor SAR Bandung ke kesatuan masing-masing.

Baca Juga: Dampak Banjir dan Longsor di Limapuluh Kota: Sawah Terendam, Padi Gagal Dipanen

Ade Dian menyebut, unsur yang terlibat dalam operasi SAR terdiri atas petugas Basarnas, personel TNI, Polri, BPBD, Damkar, Tagana, unsur kesehatan, relawan, pemerintah desa, hingga masyarakat setempat. Dalam operasi tersebut, Tim SAR Gabungan menggunakan sejumlah alat pendukung.

”Diantaranya kendaraan operasional Basarnas, motor trail, ambulance, palsar mountaineering, drone thermal, alat komunikasi, serta perlengkapan APD personal,” imbuhnya.

 

EDITOR: Kuswandi