JawaPos.com - Puluhan orang tua yang menitipkan anaknya di Little Aresha Daycare mendatangi Polresta Jogja pada Sabtu (25/4) siang. Kedatangan mereka untuk menanyakan perkembangan penanganan kasus dugaan kekerasan terhadap anak yang terjadi di tempat tersebut.
Seperti diketahui, daycare yang berlokasi di Jalan Pakel Baru Utara No 27, Sorosutan, Umbulharjo, Kota Jogja itu sebelumnya telah digerebek oleh jajaran Polresta Jogja pada Jumat (24/4/2026) sore. Dalam penggerebekan tersebut, para pengasuh diduga melakukan tindakan kekerasan sekaligus penelantaran terhadap anak-anak.
Salah satu orang tua korban, Noorman Windarto, mengatakan kehadiran mereka di Polresta Jogja juga untuk mengikuti jalannya gelar perkara yang dilakukan pihak kepolisian. Para orang tua berharap kasus ini ditangani secara serius hingga tuntas, serta pelaku mendapat hukuman maksimal.
"Kami mohon dukungan warga DIY untuk mengawal kasus ini. Kami benar-benar tidak tega melihat anak-anak diperlakukan seperti itu," katanya seperti dikutip dari Radar Jogja (Jawa Pos Group), Minggu (26/4).
Baca Juga: Soroti Kekerasan Daycare di Jogja, DPR Minta Izin Dicabut dan Pelaku Dipenjara
Menurut Noorman, kondisi yang terungkap dari video penggerebekan sangat memukul perasaan para orang tua.
"Sungguh tidak manusiawi. Kami percayakan di sana, ternyata di video itu saya lihat anak-anak kecil itu hanya pakai pampers, bajunya telanjang, dan diikat pakai kain," jelasnya.
Baca Juga: 13 Orang Jadi Tersangka Kasus Daycare Jogja, Polisi akan Visum Korban
Ia juga mengaku sebelumnya sempat menemukan kejanggalan pada kondisi anaknya, seperti adanya luka gores di bagian punggung dan bibir. Namun, saat dikonfirmasi kepada pengelola, pihak daycare selalu menyebut luka tersebut sudah ada sebelum anak dititipkan.
"Ternyata setelah terbongkar, orang tua lain juga mengalami hal serupa," tegasnya.
Selain dugaan kekerasan, para orang tua juga menyoroti kondisi kesehatan anak-anak yang dinilai memprihatinkan. Banyak anak mengalami batuk dan pilek berulang, bahkan beberapa didiagnosis pneumonia.
Noorman menyebut, setelah penggerebekan terungkap bahwa anak-anak hanya ditidurkan di lantai tanpa alas kasur dan tanpa pendingin ruangan, meski fasilitas tersebut sebelumnya dijanjikan oleh pihak daycare.
"Soal makanan juga janggal. Laporannya selalu habis lahap, tapi berat badan anak tidak pernah naik," lontarnya.
Orang tua lainnya, Sahuri, juga mengaku terpukul atas kejadian tersebut. Ia berharap proses hukum berjalan sesuai aturan dan semua pihak yang terlibat dapat dijerat dengan hukuman yang setimpal.
"Sebetulnya laporan yang masuk bukan dari kami. Tapi dari salah satu mantan pegawai atau mantan pengasuh yang sudah bekerja di sana," cetusnya.