JawaPos.com - Satu keluarga asal Blitar berjumlah empat orang, tewas dalam kecelakaan maut di perlintasan KA Desa Malasan Wetan, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo, Sabtu malam (18/4).
Mobil sedan Toyota Vios bernomor polisi AG 1644 EG yang mereka tumpangi dihantam truk trailer bermuatan triplek, saat berhenti menunggu kereta api melintas.
Empat korban tewas yakni Sutrisno, 60, sebagai pengemudi, Sri Budiyatni, 60, Devica Friskiara, 29, serta Giovano Malik Ibrahim, 3, yang saat dievakuasi masih berada dalam gendongan ibunya.
Baca Juga: Polisi Bekuk 2 Terduga Pelaku Penikaman Ketua Golkar Maluku Tenggara, Ini Inisialnya!
Benturan keras menyebabkan sedan yang ditumpangi para korban ringsek parah hingga seluruh penumpang terjebak di dalamnya. Keempat korban diketahui adalah warga Desa Jeblog, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar.
Dari informasi yang dihimpun, kecelakaan maut terjadi sekitar pukul 23.30 WIB. Bukan hanya Toyota Vios, truk trailer juga menabrak 2 mobil pikap dan satu mobil Toyota HiAce yang tengah antre di depan palang pintu KA.
Dari pengakuan sopir truk trailer, Cecep Adi Sucipto, saat kejadian dirinya sedang muatan triplek dari Lumajang menuju Surabaya. Dalam perjalanan, kendaraan yang dikemudikannya tiba-tiba mengalami rem blong.
Pada saat bersamaan, Cecep melihat ada sejumlah kendaraan yang berhenti menunggu kereta api melintas. Kondisi itu membuatnya panik karena jarak antara lokasi rem blong dengan perlintasan hanya sekitar satu kilometer.
"Rem sudah nggak berfungsi dari sebelum perlintasan. Saya panik karena kendaraan di depan berhenti semua, sempat membanting setir ke kanan, lalu munting ke kiri hingga menghantam mobil sedan," tutur Cecep, dikutip dari JTV (Jawa Pos Group), Minggu (19/4).
Sementara itu, Kanit Gakkum Satlantas Polres Probolinggo, Iptu Aditya Wikrama, menyampaikan polisi telah melakukan olah TKP. Petugas juga memeriksa sejumlah saksi, termasuk pengemudi kendaraan yang terlibat.
"Kami sudah melakukan olah TKP dan masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kecelakaan, termasuk memeriksa sejumlah saksi dan kondisi kendaraan trailer," tutur Iptu Aditya.
Selain korban meninggal dunia, sopir pikap asal Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, bernama Muhammad Iswanto, 33 tahun, mengalami luka berat setelah tejepit di kabin kendaraan.
Korban luka berat dievakuasi ke Rumah Sakit Wonolangan untuk mendapatkan penanganan medis. Sementara korban meninggal dunia, dievakuasi ke RSUD Dr. Mohammad Saleh, Kota Probolinggo. (*)