← Beranda
Dikira Hendak Bertamu, Kades Pakel Lumajang Malah Dibacok di Rumahnya
Novia HerawatiJumat, 17 April 2026 | 05.36 WIB
Rekaman CCTV detik-detik Kades Pakel Lumajang, Sampurno, dikeroyok dan dibacok sekelompok orang di kediamannya. (Dokumentasi Halo Jember Jawa Pos Group)

JawaPos.com - Nasib nahas menimpa Sampurno, 45 tahun, Kepala Desa Pakel, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang. Ia tiba-tiba dikeroyok dan dibacok oleh sekelompok orang di rumahnya, Rabu (15/4).

Peristiwa berdarah itu terjadi sekitar pukul 14.00 WIB saat korban sedang menerima tamu. Sebagai kepala desa, Sampurno memang kerap menerima warga maupun tamu lain di kediamannya.

Dalam rekaman CCTV yang beredar luas di media sosial, tampak lebih dari 10 orang datang menggunakan dua mobil serta beberapa sepeda motor. Kedatangan rombongan awalnya tidak menimbulkan rasa curiga dari korban.

Baca Juga: Belum Ada Laporan Kepolisian, Polda Metro Jaya Mulai Kumpulkan Bukti Dugaan Kekerasan Seksual di Universitas Indonesia

Korban sempat mengira rombongan itu datang untuk bersilaturahmi seperti tamu pada umumnya. Namun suasana mendadak berubah setelah terjadi adu mulut antara korban dengan beberapa orang tersebut.

Cekcok yang berlangsung singkat itu diduga berkaitan dengan persoalan lama yang belum terselesaikan. Ketegangan terus meningkat hingga situasi di lokasi kejadian berubah menjadi aksi kekerasan.

Tanpa banyak bicara, para pelaku langsung mengeroyok korban secara bersama-sama. Sampurno dipukul berulang kali sebelum akhirnya diserang menggunakan senjata tajam jenis celurit oleh beberapa pelaku.

Akibat serangan itu, korban mengalami luka serius di bagian kepala, lengan, bahu, dan punggung. Korban lalu dilarikan ke RSUD dr. Haryoto Lumajang untuk mendapatkan penanganan medis.

Baca Juga: Cara Klaim Asuransi Mobil Kena Banjir: Syarat, Prosedur, dan Tips agar Disetujui

Kasat Reskrim Polres Lumajang, AKP Pras Ardinata mengatakan pihaknya belum menyimpulkan penyebab pasti yang melatarbelakangi aksi kekerasan tersebut, sebab penyidik masih mendalami motif.

"Mereka datang, awalnya Pak Kades sedang menerima tamu, kemudian datang dua mobil. Sempat terjadi cekcok dan berujung penganiayaan," tutur AKP Pras, dikutip dari Halo Jember Jawa Pos Group, Kamis (16/4).

Petugas menduga percekcokan singkat itu menjadi pemicu langsung terjadinya penyerangan. Namun, penyidik masih menelusuri apakah ada persoalan lama yang berkembang menjadi konflik terbuka.

Hingga kini, aparat masih memburu para pelaku yang melarikan diri setelah kejadian. Sejumlah identitas terduga penyerang disebut sudah dikantongi untuk mempermudah proses pengejaran.

Selain memburu pelaku, petugas juga mengumpulkan barang bukti dari lokasi kejadian. "Pelaku langsung membawa senjata tajamnya, sehingga saat ini masih dalam pencarian," pungkasnya. 

EDITOR: Bintang Pradewo