← Beranda
Kronologi Pemilik Hajat Pernikahan Tewas Dianiaya Preman di Purwakarta, Polisi Masih Buru Pelaku
Tazkia Royyan HikmatiarMinggu, 5 April 2026 | 23.01 WIB
ilustrasi police line. (Istimewa)

JawaPos.com - Seorang pemilik hajatan di Purwakarta, Dadang, tewas setelah diduga menjadi korban penganiayaan oleh sekelompok preman yang meminta jatah di daerah tersebut. Hingga kini, Satreskrim Polres Purwakarta masih memburu para pelaku yang terlibat dalam insiden tragis tersebut.

Peristiwa bermula saat acara hajatan yang digelar korban tiba-tiba diwarnai keributan. Sejumlah orang diduga membuat onar hingga situasi memanas dan berujung pada aksi kekerasan terhadap korban. Dadang disebut mengalami pemukulan hingga tak sadarkan diri di lokasi kejadian.

"Diduga ada sekelompok orang membuat keributan di acara hajatan yang kemudian berujung pada pemukulan hingga korban tidak sadarkan diri," ujar Kasi Humas Polres Purwakarta AKP Enjang Sukandi kepada wartawan, Minggu (5/4).

Baca Juga: Kronologi Operasi Penyelamatan Pilot Jet Tempur F-15E Milik Amerika di Iran: Misi Rahasia AS di Balik Garis Musuh

Menurut hasil penyelidikan awal, Enjang menyebut bahwa pelaku didugq berjumlah lebih dari dua orang. Namun, identitas mereka masih dalam proses pendalaman.

"Mudah-mudahan tidak ada lama lagi para pelaku bisa kita amankan. Mohon doanya kepada seluruh masyarakat. Kami dari Satreskrim Polres Purwakarta bergerak cepat," tuturnya.

Ia menjelaskan bahwa pihak kepolisian saat ini tengah mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi untuk mengungkap secara jelas peristiwa yang terjadi di tengah suasana hajatan tersebut.

Baca Juga: Kalau Bisa Tiga Gol! Beckham dan Adam Siap Menggila Lawan Semen Padang, Persib Bandung Dekati Gelar Juara

Adapun dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), petugas menemukan barang bukti berupa belahan bambu yang diduga digunakan untuk menganiaya korban, terutama pada bagian kepala. Akibat serangan tersebut, korban langsung tak sadarkan diri.

Korban sempat dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, nyawanya tidak berhasil diselamatkan. Enjang menyatakan penyebab pasti kematian masih menunggu hasil autopsi untuk memastikan detail luka dan faktor penyebab meninggalnya korban.

EDITOR: Bintang Pradewo