JawaPos.com - Tabrakan antara KA Blambangan Ekspres dengan sebuah truk gandeng bermuatan tepung di Probolinggo, Jumat (6/3), mengakibatkan dua kereta di Daop 8 Surabaya terlambat hingga 2 jam lebih.
Dua kereta api tersebut adalah KA Mutiara Timur relasi Ketapang - Surabaya Gubeng mengalami keterlambatan 172 menit (2 jam 52 menit), dan KA Commuterline Supas relasi Probolinggo - Surabaya Kota 123 menit (2 jam 3 menit).
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono membenarkan terjadinya kecelakaan lalu lintas yang melibatkan KA Blambangan Ekspres dan truk bermuatan tepung.
"Benar, telah terjadi insiden temperan antara KA Blambangan Ekspres dengan truk di KM 109 + 860 petak jalan antara Stasiun Probolinggo - Stasiun Leces, Kabupaten Probolinggo," ucap Mahendro, Jumat (6/2).
Insiden tersebut mengakibatkan gangguan operasional perjalanan kereta api. Oleh karena itu, PT KAI Daop 8 Surabaya sekaligus menyampaikan permohonan maaf kepada penumpang atas ketidaknyamanan yang terjadi.
Baca Juga: Trump Pastikan usai Perang, Pemimpin Baru Iran Tidak akan Mengancam Negara-negara Tetangga dan AS
"Keselamatan perjalanan kereta api tetap menjadi prioritas utama, sehingga setiap kejadian di lintas harus dipastikan penanganannya secara menyeluruh, sebelum perjalanan kembali dinyatakan aman," imbuhnya.
Setelah proses evakuasi kendaraan dan pemeriksaan jalur rampung, perjalanan kereta api di lintas tersebut kembali dapat dilalui. Operasional perjalanan selanjutnya diatur menyesuaikan kondisi dan situasi di lapangan.
KAI juga mengimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk selalu mematuhi aturan saat melintas di perlintasan sebidang, dengan mendahulukan perjalanan kereta api serta memastikan kondisi aman sebelum melintasi rel.
"Disiplin masyarakat dalam berlalu lintas di perlintasan sebidang sangat penting untuk mencegah terjadinya kecelakaan kereta api serta menjaga keselamatan bersama," pungkas Mahendro.
Sebagai informasi, kecelakaan lalu lintas antara KA Blambangan Ekspres relasi Pasar Senen - Ketapang (Banyuwangi) dan truk bermuatan tepung di Probolinggo diduga terjadi karena palang pintu sebidang gagal tertutup.
Tak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun benturan keras mengakibatkan truk P 8793 UG terbalik dan muatan tepung berserakan di lokasi. Masinis dan asisten masinis juga mengalami luka serius dan dirawat di rumah sakit.