← Beranda
IDAI Ungkap Daftar Wilayah di Sumut, Sumbar, Aceh yang Terparah dan Terisolasi: Jalan Terputus, Listrik Padam, hingga Kekurangan Air Bersih
Tazkia Royyan HikmatiarSelasa, 2 Desember 2025 | 14.53 WIB
Banjir melanda wilayah di Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Aceh. (Dok Kemenhub)

JawaPos.com - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merilis daftar wilayah di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh yang mengalami dampak terparah sekaligus terisolasi akibat banjir dan longsor sejak akhir November 2025.

Sejumlah daerah dilaporkan mengalami putus total akses jalan, jaringan listrik dan komunikasi padam, hingga kekurangan air bersih serta logistik untuk warga, termasuk anak-anak yang menjadi kelompok paling rentan.

Ketua IDAI dr. Piprim Basarah Yanuarso menyatakan bahwa banyak juga dokter yang terdampak akibat banjir dan longsor di Sumbar, Sumut, maupun Aceh. Namun, mereka telah turun ikut melalukan bantuan terhadap korban di tiga tempat tersebut.

“Kami sangat mengapresiasi para ketua dan seluruh anggota IDAI Cabang dan juga tim satgas bencana IDAI di wilayah terdampak bencana yang sigap berkolaborasi dengan BNPB, dinas kesehatan, TNI/Polri, dan relawan untuk memastikan bantuan kesehatan tepat sasaran," ujarnya, Selasa (2/12).

Para dokter IDAI melaporkan bahwa situasi di lapangan semakin mendesak karena akses ke banyak wilayah hanya bisa ditembus dengan sepeda motor atau berjalan kaki. 

Kondisi ini membuat distribusi bantuan terhambat, sementara fasilitas kesehatan di beberapa titik bahkan tidak dapat beroperasi optimal karena tenaga medis terjebak dan tak bisa mencapai rumah sakit maupun posko kesehatan.

Melalui respons cepat lintas cabang di Aceh, Sumut, dan Sumbar, IDAI menyampaikan bahwa anak-anak, difabel, lansia, dan ibu hamil harus menjadi prioritas penanganan. Banyak dari mereka kini berada di lokasi pengungsian yang minim sanitasi, rawan penyakit, dan kekurangan suplai dasar seperti makanan, air minum, dan obat-obatan.

Daerah yang Terparah dan Terisolasi

Baca Juga: Persiapkan Diri, 4 Weton ini Sebentar Lagi akan Kaya Raya dan Banyak Harta di Akhir Tahun 2025

Sumatera Barat: Padang, Solok, Padang Pariaman, Agam (khususnya Palembayan dan Lubuk Basung) serta Pasaman Barat menjadi daerah dengan dampak paling berat. Jalan rusak, jembatan terputus, dan padamnya listrik membuat evakuasi serta suplai logistik tersendat.

Sumatera Utara: Kerusakan terparah terjadi di Sibolga, Tapanuli Tengah, Pandan, Sipirok, Binjai, Langkat, dan sejumlah titik di Medan. Banyak jalur transportasi lumpuh, sementara laporan menunjukkan puluhan korban meninggal dan ratusan warga terdampak.

Aceh: Pidie Jaya dan Aceh Utara–Lhokseumawe menjadi fokus perhatian karena akses ke sejumlah kecamatan terputus. Sejumlah fasilitas kesehatan mengalami keterbatasan operasional dan membutuhkan dukungan tenaga medis.

 

Gambaran Dampak Bencana

Sumbar: 148 korban meninggal, termasuk empat anak-anak; 105 orang masih hilang.

Sumut: Laporan menunjukkan puluhan korban jiwa dan ratusan terdampak di berbagai kabupaten/kota.

Aceh: Akses terhambat dan layanan kesehatan terganggu, terutama di Pidie Jaya.

Banyak wilayah menghadapi padam listrik, sinyal komunikasi terputus, minim air bersih, serta terbatasnya pakaian layak pakai dan obat-obatan.
 
Menghadapi bencana itu, IDAI menurunkan tim dokter spesialis anak untuk memberikan layanan kesehatan, pengobatan gratis, serta dukungan psikososial di berbagai lokasi terdampak.

Pelayanan kesehatan anak:

Sumut: Pemeriksaan ratusan anak di Binjai, Langkat, dan Medan Barat. Keluhan terbanyak meliputi ISPA, diare, dan infeksi kulit.

Sumbar: Skrining tumbuh kembang di Padang, layanan pengobatan di Padang dan Pariaman.

Aceh: Penguatan layanan RSUD Pidie Jaya, mobile clinic, dan pelayanan kesehatan di posko pengungsian.

Bantuan lain:

Distribusi air bersih, makanan siap santap, pakaian, selimut, dan perlengkapan kebersihan.
Bantuan nutrisi balita di Sumbar bekerja sama dengan AIMI.
Trauma healing untuk anak-anak di berbagai posko.
Dukungan psikologi anak untuk pemulihan pendidikan.

IDAI memetakan sejumlah kebutuhan mendesak yang membutuhkan perhatian:

Kekurangan obat-obatan anak, terutama untuk ISPA, diare, dermatitis, dan antibiotik.

Logistik terbatas: air minum, makanan pokok, bahan bakar, hingga pakaian layak.

Akses sulit ditembus karena jalan rusak dan jembatan putus.

Kebutuhan tenaga kesehatan tambahan di posko.

Risiko tinggi penyakit menular seperti diare, ISPA, dan infeksi kulit.

EDITOR: Bintang Pradewo