← Beranda
Wajah Baru Stasiun Rangkasbitung Lebak Usai Revitalisasi: Modern, Megah, Sarat Kearifan Lokal Baduy
Ryandi ZahdomoSenin, 24 November 2025 | 22.31 WIB
Suasana arsitektur Stasiun Rangkasbitung Ultimate di Lebak, Banten. Senin (24/11/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Revitalisasi Stasiun Rangkasbitung akhirnya rampung dan menghadirkan tampilan modern yang jauh lebih megah. Desainnya pun berbeda, dengan mengusung konsep identitas lokal khas masyarakat Baduy namun dengan sentuhan modern.

Modernisasi ini sekaligus menjawab kebutuhan kapasitas pengguna commuter yang terus meningkat di wilayah Banten.

Kepala Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas 1 Jakarta Ferdian Suryo Adhi memastikan peningkatan stasiun tidak hanya berfokus pada sisi visual dan fasilitas, tetapi juga karakter budaya.

"Prinsipnya adalah untuk peningkatan kapasitas stasiun. mengingat Stasiun Rangkasbitung adalah salah satu stasiun besar di wilayah Banten. Konsep peningkatannya prinsipnya modernisasi terhadap stasiun dan fasilitasnya dengan tetap mempertimbangkan kearifan lokal (khususnya di desain JPO)," ujar Ferdian kepada JawaPos.com, Senin (24/11).

Ikon budaya Baduy terlihat jelas pada desain jembatan penyeberangan orang (JPO), yang dibuat menyerupai rumah adat. Identitas budaya ini semakin terasa seiring penambahan ornamen khas Baduy di bagian dalam stasiun.

"Desainnya JPO inspirasinya pada Rumah Adat Baduy. Nantinya dari operator juga akan melengkapi dengan hiasan ornamen-ornamen Baduy di dalam stasiun secara bertahap," ucapnya.

Fasilitas Lengkap dan Nyaman untuk Mobilitas Harian

Modernisasi Stasiun Rangkasbitung tidak hanya soal tampilan. Fasilitas baru dirancang untuk mempercepat mobilitas harian penumpang, terutama pengguna KRL Commuter Line.

Beberapa fasilitas yang kini sudah hadir:

- 7 lift & 5 eskalator

- Musala

- 4 toilet untuk KA lokal dan KA commuter

- 4 akses pintu masuk

- 2 area drop off

- Ruang laktasi

- Toilet disabilitas

- 15 gate ticketing

- Area tenant

- JPO penghubung sisi utara–selatan untuk umum

Dengan peningkatan fasilitas tersebut, kapasitas Stasiun Rangkasbitung kini melonjak drastis dari 26.000 menjadi 83.000 penumpang per hari atau tiga kali lipat lebih besar dari sebelumnya.

"Kapasitas Stasiun meningkat dari 26.000 menjadi 83.000 orang," jelasnya.

Wajah baru Stasiun Rangkasbitung menjadi momentum penting bagi mobilitas masyarakat Banten yang semakin padat.

Perpaduan modernisasi dan kearifan lokal menjadikan stasiun ini bukan hanya simpul transportasi, tetapi juga etalase budaya Baduy yang menyapa setiap penumpang yang melintas.

EDITOR: Bayu Putra