JawaPos.com-Bali tengah dilanda musibah dengan terjadinya banjir dan tanah longsor yang memakan korban. Hingga kini, jumlah korban meninggal dunia mencapai 14 jiwa dan 2 orang masih dalam pencarian.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto sendiri langsung meninjau lokasi terdampak di Bali pada Rabu malam (10/9).
Dia menjelaskan bencana banjir kali ini disebabkan oleh Gelombang Rossby dan Gelombang Kelvin, yang kemudian memicu hujan dengan intensitas lebat membuat air sungai meluap.
“Banjir ini disebabkan curah hujan yang sangat tinggi. Yang hilang 2 orang. Dilakukan pencarian tim gabungan sampai jam 7 malam (kemarin). Dicari lagi oleh tim gabungan,” ujarnya di Gedung Jaya Sabha, Rumah Jabatan Gubernur Bali.
Kisah Pilu di Balik Bencana Banjir Bali
Di tengah musibah banjir dahsyat yang melanda Bali, terselip kisah-kisah pilu yang merenggut nyawa para korban. Bencana ini tidak hanya meninggalkan kerusakan fisik, tetapi juga duka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan.
Berikut adalah ringkasan beberapa tragedi yang terjadi seperti dikutip dari Radar Bali (Jawa Pos Group)!
Kabupaten Jembrana
Nita Kumalasari (23) seorang wanita hamil dua bulan ditemukan meninggal dunia setelah terseret arus banjir di Desa Pengambengan. Nita hanyut saat dibonceng oleh suaminya ketika mereka mencoba pulang.
I Komang Oka Sudiastawa (38) Komang meninggal dunia karena diduga tersetrum listrik di depan rumahnya yang tergenang. Saksi mata melihatnya terjatuh saat hendak membuka pagar rumah di tengah genangan air.
Kabupaten Badung
Endang Cahyaning Ayu (42) menjadi korban setelah mobil yang ditumpanginya bersama suami terseret arus luapan Tukad Yeh Poh. Jasadnya ditemukan sekitar dua kilometer dari lokasi kejadian.
Kota Denpasar
Sebuah rumah toko (ruko) di Jalan Hasanuddin roboh diterjang derasnya arus sungai, menewaskan dua penghuninya, Nadira (47) dan Khusay (23). Tiga orang lainnya, Maimunah (75), Taslim (54), dan Farwah (30), masih dinyatakan hilang.
Selain itu, sebuah jenazah perempuan tanpa identitas ditemukan mengambang di sungai Taman Pancing, yang diduga kuat merupakan korban banjir.
Kabupaten Gianyar
Ni Made Rupet (87) dan Ni Made Latip (75), Dua lansia ini meninggal dunia akibat tanah longsor. Tembok rumah mereka roboh saat keduanya sedang tertidur lelap, tidak kuat menahan material longsor. (*)