← Beranda
Bikin Nyesek! Pilunya Isi Diary Aulia Risma Lestari Sebelum Bunuh Diri Akibat di-Bully, ‘Ada yang Bisa Menolong Saya?’
Alfa KamilaJumat, 16 Agustus 2024 | 17.21 WIB
Diary Aulia Risma Lestari (radarmagelang.id)

 

JawaPos.com – Aulia Risma Lestari, mahasiswa kedokteran PPDS Anestesi Undip, ditemukan meninggal dunia karena bunuh diri dengan cara menyuntikkan obat bius jenis Roculax, di kamar kosnya pada Senin (12/8) lalu.

Kabarnya, mahasiswa asal Tegal itu nekat mengabisi nyawanya lantaran tak kuat menahan bully atau perundungan yang dialaminya semasa menepuh Pendidikan kedokteran.

Bersama dengan temuan jasad mendiang Aulia, didapati pula sebuah buku diary yang diduga menjadi saksi penderitaannya sebelum menghembuskan napas terakhirnya.

Di dalam catatan tersebut, tersirat makna bagaimana Aulia tampak tersiksa dan merasa tidak kuat dengan apa yang dialaminya.

Dilansir dari Radar Semarang dari Radar Magelang (Jawa Pos Group), Jumat (16/8), berikut isi catatan diary Aulia Risma Lestari sebelum meninggal, tertanggal 5 Juli 2024:

1 semester aku berjuang di sini

Terlalu berat untukku

Sakit sekali

Beban fisiknya begitu besar

Aku ingin berhenti

Sakit sekali, sungguh sakit

Rasanya masih sama

Aku ingin berhenti

Aku tidak sanggup setiap hari bekerja seperti ini

Ada yang bisa menolong saya?

Apa Tuhan tau saya tersiksa?

Apa Tuhan tau aku kesakitan?

Kenapa di setiap aku berharap

Tidak pernah ada jawabannya

Apa Tuhan membenciku?

Aku selalu menjerit mohon pertolongan

Tapi kenapa aku dibiarkan?

Apa aku dilahirkan hanya untuk mengakhiri?

Seni kehidupan mana yang kulihat dahulu, sehingga aku setuju untuk memilih dilahirkan?

Aku tidak serta merta menyerah tanpa berusaha

Aku sudah menanggung banyak

Aku manusia biasa

Punggungku terasa amat sakit setiap pulang

Pulang dini hari, bukan duduk-duduk saja

Aku merasakan sakit yang luar biasa malam ini

Aku tidak sanggup lagi meneruskan siklus ini

Aku mohon, maafkan aku

Maafkan aku yang menyerah

Aku sudah berjuang

Aku sudah sangat berusaha

Aku mohon,

Aku mohon,

Aku tidak sanggup lagi

Bila harus menanggung lebih lama lagi

Aku sendirian, aku berjuang sendiri

Tidak ada yang menolongku

Aku tidak ingin sesakit ini lebih lama lagi

Semoga Tuhan mengampuniku

Tuhan, aku sakit

Aku mohon tempat aku pulang.

 ***

 

EDITOR: Novia Tri Astuti