JawaPos.com – Pemerintah Kota Madiun menggelar sebuah acara besar dengan tekad untuk memecahkan rekor MURI dalam catwalk sepanjang 1 km.
Peserta yang ikut dalam acara tersebut mengenakan seragam kebaya berwarna merah, kerudung merah, sarung bermotif merah, serta kacamata hitam, membentuk angka 1000 sebagai simbol dari catwalk terpanjang, yakni 1 km.
Pemecahan rekor MURI untuk catwalk terpanjang dalam peragaan busana Kebaya Kartini dimulai pada pukul 15.35 WIB dengan partisipasi ribuan peserta wanita, termasuk Kakang Mbakyu yang mengenakan kebaya putih, diikuti oleh Duta Wisata yang mengenakan kebaya merah.
Acara ini diselenggarakan di Jalan Pahlawan Street Center (PSC) di Kota Madiun, Indonesia, dan diikuti oleh berbagai komunitas seperti GOW, PKK, pelajar, dan Iwama (komunitas seni Madiun).
Parade fashion show yang diisi oleh para pelajar SMP dan SMA menyusuri jalan Pahlawan hingga mencapai titik nol di depan Balai Kota Madiun pada pukul 15.00 WIB, kemudian dilanjutkan dengan Parade Senja.
Sri Widayati sebagai perwakilan dari Rekor MURI mengumumkan bahwa panjang catwalk tersebut telah mencapai 1.009 meter, menjadi rekor MURI nasional.
Ia juga mengapresiasi keberhasilan Walikota Madiun dalam menyelenggarakan acara spektakuler yang bertujuan untuk melestarikan kebaya sebagai ciri khas budaya Indonesia dalam rekor Peragaan Busana Kebaya Terpanjang.
Sebagai penghargaan atas prestasi ini, Sri Widayati menyampaikan piagam penghargaan kepada Walikota Madiun atas nama Ketua MURI, Jaya Suprana, pada Sabtu, 20 April 2024.
Kebaya dianggap sebagai warisan budaya yang perlu dilestarikan agar tidak meredup.
Oleh karena itu, panitia penyelenggara dari Komunitas Kain dan Kebaya Kota Madiun mengadakan acara besar pada tahun 2024 ini.
Ketua Pelaksana KKI, Susyani Cpl, Cudesc, menyampaikan bahwa kebaya sebagai simbol Indonesia akan memperkuat posisi perempuan Indonesia di mata dunia internasional.
Dilansir dari humaspolri, (21/4) dihadiri oleh sekitar 1.500 orang, termasuk pejabat dan perwakilan komunitas kebaya Kota Madiun.
Acara ini dimeriahkan dengan pertunjukan tari daerah, drumband, barongsai, serta catwalk peserta peragaan busana Kebaya Kartini disepanjang Jalan Pahlawan di area PSC Kota Madiun.
Pengamanan selama acara dilakukan oleh 22 personel Polres Madiun Kota yang dipimpin oleh Ipda Muhadi dari Satlantas Polres Madiun Kota.
Meskipun suasana meriah acara rekor MURI terganggu oleh hujan yang turun tiba-tiba, yang mengalihkan perhatian penonton di acara tersebut, namun acara tetap berlangsung dengan lancar dan aman.
Walikota Madiun, Dr. Drs. H. Maidi dalam sambutannya menyatakan bahwa pemecahan rekor ini merupakan prestasi yang membanggakan bagi Kota Madiun.
Selain itu, ia juga mengungkapkan konsep pembangunan Kota Madiun yang memberi perhatian khusus pada generasi milenial dan pengembangan destinasi wisata dengan miniatur ikon dunia, serta diharapkan mampu mempromosikan destinasi wisata serta UMKM di Kota Madiun.
Masih banyak event yang bakal tersaji di Kota Pendekar hingga akhir April nanti.
Setidaknya, masih ada event jalan santi untuk wilayah Kecamatan Kartoharjo dan Taman, Madiun Bersholawat bersama Habib Syech Abdul Qodir Assegaf, Karnaval SCTV di Alun-alun, festival band di Sumber Umis, Kirab Budaya, atraksi Barongsai, dan pagelaran wayang kulit.