JawaPos.com – Warga yang tinggal dekat dengan tanggul lumpur Sidoarjo mulai khawatir terjadinya tanggul jebol.
Kekhawatiran itu diungkapkan oleh warga yang tinggal di Desa Gempolsari, Tanggulangin, Sidoarjo.
Sebab, tempat penampungan terus mengalami kenaikan debit air.
Dilansir dari Radar Sidoarjo (JawaPos Group) naiknya debit air di penampungan itu selain berasal dari semburan lumpur juga berasal dari hujan yang turun secara masif di Kawasan tersebut.
Hal ini diperparah dengan kondisi cuaca ekstrem saat ini yang sedang memasuki puncak musim hujan.
Berdasarkan pantauan di lokasi penampungan, saat ini permukaan air berjarak 100 centimeter dengan bibir tanggul yang sebelumnya pernah terjadi kejadian tanggul ambles di lokasi itu.
“Hampir setiap hari hujan, warga merasa resah dengan kondisi tanggul. Apabila sewaktu-waktu tanggul lumpur itu jebol,” ungkapnya.
Dirinya merasa tidak nyaman dengan kondisi itu, karena sejak adanya tanggul penahan lumpur itu, rumah warga banyak yang rusak. Selain itu menurutnya, ia juga harus menanggung beban hidup.
“Warga juga kesulitan air bersih, setiap hari untuk memenuhi kebutuhan hidup, harus membeli air bersih. Karena kalau menggunakan air sumur kan tidak bisa,” imbuhnya.
Warga lain yang ikut mengeluhkan kondisi di sana adalah Suhar, ia mengaku sudah resah sejak lama.
Ia mengatakan keresahan itu sebenarnya sejak Pelaksana Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (PPLS) membuat tanggul penahan lumpur.
“Tanggul penahan lumpur itu pernah ambles di bulan Oktober 2018. Warga khawatir dan trauma saat debit air tinggi seperti ini tanggulnya jebol,” kata dia.
Oleh sebab itu, dirinya berharap agar PPLS segera mengurangi debit air di tanggul agar warga tidak resah lagi.
Upaya mengurangi debit air itu juga diharapkan dapat meminimalkan terjadinya tanggul jebol.