JawaPos.com - Pantai Niyama di Desa Besuki, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung, baru-baru ini menjadi saksi tragedi memilukan.
Kapal nelayan bernama Rampok terbalik dan tenggelam setelah dihantam ombak setinggi 4 meter. Peristiwa ini terjadi pada hari Rabu, (20/12) sekitar pukul 10.00 WIB.
Dilansir dari radar tulungagung pada Kamis (21/12), kapal yang mengangkut 7 nelayan ini terbalik selama beberapa jam.
Baca Juga: Mahfud MD Soroti Fasilitas Nelayan di Marunda, Airnya Keruh Bikin Dermaga Sendiri dari Bambu
Akibat kejadian tersebut, 1 nelayan ditemukan meninggal, 1 nelayan hilang, dan 1 dalam kondisi kritis.
Relawan Pantai Sidem, Yanto Eses, mengatakan bahwa sebelumnya kapal dengan nama Rampok berangkat dari tengah laut dan menepi untuk mencari ikan di pinggiran pantai sekitar pukul 10.00 WIB.
Ketika berada di pinggiran, ombak besar setinggi 4 meter secara tiba-tiba muncul dan menggulung kapal tersebut.
Baca Juga: Lindungi Nelayan, Ganjar Bakal Perketat Kapal Asing Tangkap Ikan Laut Indonesia
“Kapalnya dari tengah menepi, cari ikan. Lalu ada ombak datang sebanyak 4 kali dengan ketinggian ombak 4 meter,” jelasnya pada Rabu (20/12).
Diketahui saat itu ada 3 kapal yang melaut. Namun, dua kapal lainnya berhasil selamat karena berhasil menghindari ombak tersebut.
Sementara kapal Rampok sendiri berada di posisi berlawanan dengan arah ombak sehingga saat ombak menerjang, membuat kapal tersebut terbalik. Setidaknya ada 7 nelayan yang menjadi korban atas kejadian ini.
Baca Juga: Dukungan Modal Ubah Keterbatasan Nelayan Gorontalo Jadi Kesuksesan
“Kalau dua kapal itu masih selamat karena mesin kapalnya masih hidup. Nah, kalau kapal Rampok ini posisinya malang sama ombak sehingga sisi samping kapal langsung berlawanan dengan ombak,” ucapnya.
Berdasarkan data, tujuh nelayan tersebut yakni Sauri Lirsani, Samsul Arifin, Muhamad Agus, dan Samsudin berhasil selamat.
Lalu, Muhamad Rokhim kondisinya kritis, Cak Mat atau Muhamad Yasin meninggal dunia, dan Suhaimin masih dalam pencarian.
“Ada tujuh nelayan. Satu nelayan kritis, satu meninggal, satu masih hilang, dan sisanya selamat. Asalnya ada yang dari Madura dan Pasuruan,” paparnya.
Diketahui nelayan kerap melaut di pinggiran pantai Niyama atau Sidem ini untuk mencari ikan jenis ikan layur dan ikan trinasi.
Baca Juga: Pelatihan Pembuatan Kerupuk Ikan Tingkatkan Perekonomian Ibu-ibu Nelayan di Bangkalan
Berdasarkan pengamatan lokasi, sisi sebelah kiri kapal bagian depan pecah akibat terjangan ombak.
“Kapalnya itu tengkurap lama sekali. Kurang lebih satu jam baru keluar. Nelayannya ada yang terseret dan ada yang di bawah perahu. Yang di bawah perahu malah selamat,” pungkasnya.