JawaPos.com - Gubernur Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) Sri Sultan Hamengku Buwono X mengingatkan agar proses pembangunan Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) dikerjakan secara profesional. Meski waktu yang cukup pendek, ia tak ingin setelah difungsikan nantinya ditemukan ada yang bermasalah.
"Kami mohon pembangunan ini tidak ada alasan tergesa-gesa, tetap profesional saja. Biarpun waktunya pendek tapi bicara profesional, jangan sampai nanti ketinggian landasan tidak seimbang. Sehingga ada air menggenang," kata Sultan, saat meninjau lokasi pembangunan Bandara NYIA di Kabupaten Kulon Progo, DIJ, Selasa (8/1).
Dikatakannya, April mendatang bandara ini harus bisa diresmikan sesuai dengan ketentuan yang ada. "Bangunan ini tetap harus secara profesional dilaksanakan dengan baik," ucapnya.
Ia juga mengibaratkan pembangunan ini seperti cerita legenda rakyat. Berupa Bandung Bondowoso yang membuat seribu candi. "Jadi memang Bandung Bondowoso. Pagi, siang, sore, malam kerja 24 jam. Harapan saya April itu yang jelas siap untuk internasionalnya," katanya.
Raja Keraton Jogja itu juga mengingatkan mengenai pembangunan drainase di sekitarnya. Di dalam kompleks bandara baru itu, ada beberapa yang ditinggikan. Yakni di terminal, runway, dan fasilitas penunjang.
Ia khawatir tempat-tempat yang tidak termasuk ditinggikan akan memunculkan genangan air ketika musim hujan. Untuk itu harus dipikirkan air hujan nantinya keluar lewat mana. "Di utara sini, wilayahnya ada cekungan. Air hujan dikhawatirkan tidak keluar, dari tanah yang tidak ditinggikan itu. Bagaimana drainase itu supaya air keluar ke Sungai Bogowonto atau Serang. Sehingga tidak ada danau yang muncul saat musim hujan," ucapnya.
Sementara itu, General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Adisutjipto Jogjakarta, Agus Pandu Purnama mengatakan, sejumlah flight dari Timur Tengah mulai menjajaki rute penerbangan langsung ke NYIA. "Penjajakan sudah ada. Dari Timur Tengah, Turki, Bangkok, Thailand. Saat ini masih dibicarakan," katanya.
Untuk flight yang sudah dipastikan mengisi slot penerbangan ke NYIA, saat ini sudah ada dari Malaysia dan Singapura. Yakni pengalihan 5 flight dari maskapai Air Asia dan Silk Air yang selama ini beroperasi di Adisutjipto.