JawaPos.com - Jajaran Polresta Solo berkomitmen untuk menjaga kondusifitas Kota Solo, termasuk menjelang pesta demokrasi Pilpres 2019 mendatang. Hadirnya sejumlah Posko Pemenangan di Kota Solo akhirnya memunculkan pandangan bahwa Solo menjadi medan pertempuran antara kedua calon di Pilpres mendatang.
Menanggapi kondisi tersebut, Kapolresta Solo, Kombespol Ribut Hari Wibowo mengaku tidak sepakat dengan anggapan tersebut. "Saya tidak setuju kalau Solo jadi medan pertempuran, kalau mau pesta demokrasi silakan, tetapi jangan jadikan Solo sebagai kota pertempuran," tegas Ribut kepada JawaPos.com, Minggu (30/12).
Ribut menegaskan, selama ini Solo merupakan kota yang guyub rukun, aman, kondusif. Dan pihaknya tidak ingin dengan adanya Pilpres maka kondisi di kota Solo akan berubah dan menjadi tidak nyaman lagi.
Maka dari itu, Ribut mengatakan, pihaknya akan berkomitmen untuk tetap menjaga kondusifitas Kota Solo. Diharapkan, Solo akan selalu menjadi kota yang nyaman dan kondusif. "Kami akan terus menjaga Solo, agar menjadi kota yang paling nyaman untuk ditempati," tegasnya.
Sekali lagi, Ribut menegaskan, Solo bukanlah kota atau medan pertempuran. Dirinya tidak ingin anggapan tersebut muncul dan mengganggu kondusifitas di Kota Solo yang sudah terjaga selama ini.
Ribut juga mengajak semua pihak, mulai dari masyarakat, stakeholder dan pihak lainnya untuk bersama-sama menjaga kondusifitas Kota Solo. Jangan sampai ada isu-isu yang bisa mengganggu keamanan dan kenyamanan di kota Solo.
"Mari jaga bersama kondusifitas kota Solo agar tetap menjadi kota yang aman, nyaman dan tetap kondusif," pungkasnya.