JawaPos.com - Tiga orang menderita luka bakar serius usai terkena ledakan balon udara yang terjadi di kawasan wisata The Village, Desa Rempoah, Kecamatan Baturraden, Banyumas, Jawa Tengah. Ketiganya saat ini masih menjalani perawatan intensif.
Ketiga korban dimaksud adalah Bambang Indriyanto, 44, warga Desa Karangbawang RT 4 RW 1 Kecamatan Ajibarang, Banyumas, Didi Kusbiantoro, 18, warga Kemutug Lor RT 6 RW 5 Kecamatan Baturraden, Banyumas, dan Slamet Setiawan, 21, warga Desa Sirkandi RT 4 RW 2 Kecamatan Purworejo Klampok, Kabupaten Banjarnegara.
Peristiwa bermula dari Bambang sebagai operator balon udara dari Organisasi Asa Sedesa yang mengajak dua karyawan The Village, yakni Didi dan Slamet untuk menurunkan balon gas yang masih terparkir, Rabu (7/11) sekitar pukul 10.00 WIB.
Beberapa jam mereka merapikan properti dan perlengkapan balon udara, sampai kemudian tiba waktunya mengeluarkan gas dari dalam balon. "Setelah gas tinggal kurang lebih seperempat, mendadak meledak hingga mengeluarkan suara keras dan asap hitam,” kata Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Agus Triatmaja, Kamis (8/11).
Ledakan mendadak itu tak bisa dihindari oleh Bambang, Didi, dan Slamet. Mereka terpental beberapa meter dan setelah dicek ternyata juga mengalami luka bakar cukup serius.
Ketiganya pun langsung segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Bambang Indriyanto yang dibawa ke Rumah Sakit Margono Sukarjo Purwokerto, diketahui menderita luka bakar hingga 50 persen di sekujur tubuh.
Sedangkan Didi Kusbiantoro mengalami luka bakar pada punggung kaki kanan, lengan kanan, dan luka sobek di kepala. Rekannya, Slamet mengalami luka bakar di punggung tangan kanan, leher sebelah kanan, dan punggung kaki kanan. Masing-masing dirawat di Rumah Sakit Wijayakusuma Purwokerto.
Dugaan sementara, lanjut Agus, ketiga korban kurang hati-hati kala mengeluarkan gas dengan blower. "Stop kontak blower terlalu dekat dengan pembuangan gas. Padahal stop kontak blower menggunakan listrik,” cetusnya.