JawaPos.com - Usai didapuk menjadi calon tunggal Presiden UCLG ASPAC, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini langsung menyerukan isu terkait dengan perubahan iklim. Sejumlah delegasi pun merespons isu tersebut.
Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam Vincent Guerend mengaku sudah membahas hal itu dengan Risma. Dia berpendapat, Surabaya perlu memperbanyak transportasi umum dan ruang publik seperti taman.
"Transportasi publik, taman, dan mengurangi sampah perkotaan adalah solusinya. Itu juga perlu peran dari masyarakatnya," kata Guerend di Dyandra Convention Center, Surabaya, Jumat (14/9).
Namun, terkait masalah transportasi, Guerend tidak menyarankan untuk menerapkan sistem plat nomer ganjil genap di Surabaya. Katanya, di Eropa sendiri, yang diterapkan adalah sistem jalan berbayar.
Guerend mencontohkan beberapa kota di Eropa seperti London, menerapkan pajak tinggi bagi kendaraan yang memasuki wilayah tengah kota. Dia tidak menyebut berapa persen pajaknya.
Hanya saja, cara itu terbukti efektif menekan angka penggunaan kendaraan pribadi di jalanan. Guerend menilai jika mungkin saja cara tersebut dapat diterapkan di Surabaya. "Terbukti efektif mendorong masyarakat mengurangi kebiasaan memakai kendaraan pribadi," kata Guerend.
Meski demikian, Guerend tetap menyarankan agar Pemkot Surabaya menambah armada transportasi publiknya. Dia menilai bahwa kehidupan warga di Surabaya sangat progresif. Dinamikanya tinggi.
Apalagi, jika menyangkut kualitas hidup yang kaitannya dengan ketersediaan infrastruktur publik. "Mungkin akan butuh investor untuk mewujudkan itu. Tapi, itulah caranya jika Kota Surabaya ingin jadi kota yang semakin layak huni," katanya.