MAULANA SANDIJAYA, Denpasar
ENTAH sadar atau tidak, Heather bikin geger dunia maya dengan memembuat video pengakuan “dosa” di-upload di situs Youtube dengan judul 'Bali suitcase murder confession'.
Heather mengaku bahwa dia adalah aktor intelektual sekaligus eksekutor membunuh ibunya di sebuah hotel berbintang di Nusa Dua, Agustus 2014 lalu.
Sementara kekasihnya, Tommy Schaefer yang pada persidangan dinyatakan sebagai eksekutor dan divonis 18 tahun penjara, diakui Heather tidak bersalah.
Heather sendiri divonis 10 tahun penjara pada pertengahan 2015 lalu di PN Denpasar. Pengakuan “dosa” Heather itu diunggah pada situs Youtube, tanggal 2 Februari 2017. Kontan saja, pengakuan tersebut langsung menjadi viral di dunia maya.
Salah satu video berdurasi 2 menit 27 detik, berjudul “Bali Suitcase Murder Confession” atau terjemahan bebasnya; pengakuan pembunuhan di dalam koper di Bali, itu sudah ditonton 48 ribu orang. Pada kalimat pembuka video, Heather mengaku sengaja membuat video pengakuan karena ingin hidup terbebas dari kebohongan.
Dalam video yang tampak diambil menggunakan kamera ponsel itu, Heather memakai kaus warna biru, bersandar di tembok cat abu-abu. Dilihat dari cat tembok di belakang Heather, kemungkinan besar adalah tembok Lapas Kerobokan.
Dengan menangis sesenggukan, Heather mengakui bahwa dirinyalah yang merencanakan pembunuhan ibunya. Rencana itu bahkan disusun matang dua minggu sebelum datang berlibur ke Bali.
Alasan Heather membunuh ibunya karena dirinya menyimpan dendam kesumat. Heather dendam lantaran mengetahui jika ibunya telah membunuh ayahnya beberapa tahun silam, saat usianya masih 10 tahun.
“Saya menyimpan hal itu di hati saya, di jiwa saya, di dalam darah saya, di dalam oksigen yang mengaliri seluruh tubuh saya. Bahwa saya menginginkan untuk membunuh ibu saya,” tutur Heather dalam video pengakuannya.
Heather sempat menyuruh kekasihnya, Tommy Schaefer, mencari orang untuk membunuh ibunya dengan memberi upah USD 50 ribu.
Namun, Tommy menolak permintaan Heather. Selanjutnya Heather menyusun rencana liar pembunuhan ibunya dengan memanfaatkan momen liburan ke Bali.
“Setelah itu menemukan rencana liar baru dalam kepalaku, bahwa aku ingin membunuh ibuku di dalam hotel,” ungkap Heather.
Menurut Heather, pembunuhan sengaja dilakukan dalam hotel karena ayahnya juga dibunuh oleh ibunya di sebuah hotel di Kota Athena, Yunani.
Sementara Tommy hanya berperan memasukkan mayat ibunya ke dalam koper untuk dimasukkan dalam bagasi taksi.
Karena takut dihukum mati, Heather akhirnya meminta Tommy dan pengacaranya mengatur dalam persidangan, bahwa Tommy yang menjadi aktor utama dalam pembunuhan itu.
Total perempuan berambut keriting itu membuat tiga judul video. Dua lainnya adalah “Heather Mack Says She Alone Killed Mom ini Bali” atau terjemahan bebasnya; Heather Mack mengatakan bahwa dirinya sendiri membunuh ibunya di Bali, berdurasi 6 menit 22 detik, diposting 2 Februari 2017 dilihat 1.539 orang.
Video ketiga berjudul “Heather Mack Admits To Killing Her Mother in Bali” terjemahan bebasnya; Heather Mack mengakui membunuh ibunya di Bali. Video berdurasi 6 menit 2 detik itu sudah dilihat 609 orang.
Kisah menarik lainnya tentang Heather yakni dirinya tengah mengandung buah cintanya dengan Tommy saat menghabisi nyawa ibunya.
Selama menjalani masa persidangan, Heather melahirkan bayi perempuannya pada 17 Maret 2015, di RS Sanglah dengan cara operasi caesar karena usia kandungan baru tujuh bulan.
Sementara itu, Kalapas Kerobokan, Tonny Nainggolan mengaku sudah mengetahui video tersebut.
Pihaknya langsung melakukan pemeriksaan pada Heather dan Tommy. Heather mengakui telah membuat video tersebut.
Namun, keduanya mengelak telah meng-upload ke Youtube. “Heather mengaku merekamnya tahun lalu. Tapi, dia tidak mengaku dan tidak tahu siapa yang meng-upload. Kami sekarang masih dalami,” terang pria yang belum genap dua bulan menjabat Kalapas Kerobokan, itu.
Lalu siapa yang meng-upload video tersebut? Tonny mengaku tidah tahu karena Heather masih membantah.
Tapi, Tonny menduga Heather bisa saja menyuruh orang luar untuk meng-upload video ke Youtube.
Untuk sementara, lanjut Tonny, pihaknya akan melanjutkan pemeriksaan hari ini. Tonny juga akan memeriksa sipir yang bertugas.
Kembali ditanya narapidana bisa leluasa menggunakan hand phone, padahal itu dilarang, Tonny mengklaim pihaknya sudah berusaha keras.
“Begini Bang, yang jaga (sipir) manusia yang dijaga juga manusia. Kami juga keterbatasan alat. Hari ini saja, kami razia HP dapat lima biji. Besok kami razia lagi, dapat lagi,” ungkapnya diplomatis.
Ditanya kemungkinan mendapat sanksi jika Heather terbukti merekam dan meng-upload gambar, Tonny menegaskan, pihaknya akan menjatuhkan sanksi tegas.
Heather tidak akan mendapatkan remisi atau pengurangan hukuman. Begitu juga jika Heather mengajukan pembebasan bersyaratnya akan dikaji ulang. (*/rid/JPG)