← Beranda
Instagram Mulai Batasi Akun yang Menyamar sebagai Manusia, Profil AI Wajib Pakai Label
Nanda PrayogaSelasa, 1 September 2026 | 18.44 WIB
Ilustrasi Instagram, platform yang paling sering digunakan masyarakat. (ANTARA/Pexels/Pixabay)

 

 

JawaPos.com - Instagram mulai memperketat aturan terhadap akun yang menampilkan sosok buatan kecerdasan buatan (AI) seolah-olah merupakan manusia sungguhan. Platform milik Meta itu kini mewajibkan profil dengan persona AI menggunakan label khusus, agar pengguna mengetahui bahwa sosok yang mereka lihat bukan manusia nyata.

Seperti dilansir dari Engadget, Instagram memperkenalkan label baru bertuliskan "profil buatan AI" (AI-generated profile) untuk akun yang menampilkan karakter atau sosok hasil kreasi AI. Perusahaan juga memperingatkan bahwa profil yang tidak mencantumkan label tersebut dapat mengalami pengurangan jangkauan.

Kebijakan ini hadir ketika semakin banyak akun media sosial menggunakan teknologi AI untuk menciptakan persona yang terlihat meyakinkan seperti manusia. Perkembangan teknologi tersebut membuat batas antara kreator manusia dan karakter virtual semakin sulit dikenali pengguna.

Aturan baru Instagram tidak ditujukan untuk seluruh konten yang dibuat menggunakan AI. Platform tersebut lebih berfokus pada akun yang secara khusus membangun persona buatan AI dan berpotensi membuat pengguna mengira mereka sedang berinteraksi dengan manusia sungguhan.

Sebelumnya, Instagram memiliki label "pembuat AI" (AI creator) yang bersifat lebih umum. Label tersebut digunakan untuk profil yang secara rutin mengunggah konten yang dibuat atau berkaitan dengan AI.

Kini, Instagram menggantinya dengan penanda "profil buatan AI". Berdasarkan keterangan yang ditampilkan di dalam aplikasi, label tersebut diperuntukkan bagi profil yang "menampilkan sosok buatan AI."

Perubahan kebijakan ini juga muncul di tengah meningkatnya keberadaan influencer virtual yang dibuat menggunakan teknologi AI. Sejumlah laporan media menemukan akun-akun yang menggunakan persona buatan AI untuk mempromosikan produk, aplikasi, hingga memberikan informasi mengenai kesehatan dan kebugaran.

The Guardian sebelumnya menyoroti semakin banyaknya "influencer" AI yang digunakan untuk mempromosikan aplikasi dan berbagai merek. Sementara itu, The New York Times menemukan ratusan influencer AI dalam bidang kesehatan dan kebugaran (wellness), termasuk beberapa akun yang mengaku sebagai dokter.

Meski sebagian aktivitas tersebut belum tentu secara langsung melanggar kebijakan Meta, keberadaan akun semacam itu menimbulkan kekhawatiran karena pengguna dapat kesulitan mengetahui apakah sosok yang mereka ikuti benar-benar manusia.

"Kami mendengar masukan dari komunitas bahwa mereka tidak suka menemukan profil yang tampak seperti manusia, namun belakangan baru mengetahui bahwa sosok yang ditampilkan adalah buatan AI," ujar juru bicara Instagram.

Juru bicara tersebut mengatakan akun yang menampilkan sosok manusia buatan AI tetapi tidak memasang label yang diwajibkan mungkin akan segera mengalami pembatasan jangkauan.

Dengan aturan tersebut, akun yang tetap menggunakan persona AI tanpa memberikan informasi yang jelas kepada pengguna berpotensi kehilangan visibilitas di Instagram. Artinya, label tersebut bukan sekadar penanda informasi, tetapi juga berkaitan dengan kemampuan sebuah akun menjangkau audiens.

Bagi kreator yang merasa terkena pembatasan secara keliru, Instagram menyediakan opsi untuk mengajukan banding melalui dasbor Status Akun.

Baca Juga: Instagram Rilis Fitur First Draft, Bikin Reels Bisa jadi dalam Hitungan Detik

Langkah ini menjadi bagian dari upaya Instagram meningkatkan transparansi di tengah semakin mudahnya pembuatan sosok digital yang menyerupai manusia. Namun, kebijakan tersebut belum berarti Instagram akan memberantas seluruh konten AI di platformnya.

Sebaliknya, fokus utamanya adalah membuat pengguna mengetahui ketika sosok yang mereka lihat dalam sebuah profil sebenarnya merupakan persona yang dibuat menggunakan AI.

EDITOR: Kuswandi