← Beranda

Tiga Weton Bergelimang Harta! Hidup di Bawah Naungan Aras Pepet, Bumi Kapetak, dan Aras Tuding

Zulfa Putri HardiyatiKamis, 20 November 2025 | 16.53 WIB
Tiga Weton Bergelimang Harta: Hidup di Bawah Naungan Aras Pepet, Bumi Kapetak, dan Aras Tuding (FREEPIK)

JawaPos.com - Dalam keheningan perjalanan hidup manusia, ada kalanya keberuntungan terasa seperti angin tak terlihat—mengiringi langkah tanpa diminta, memberi ruang bagi seseorang untuk tumbuh, berjaya, dan dihormati.

Dalam khazanah Primbon Jawa, sebagian weton dipercaya membawa anugerah besar sejak lahir, berada di bawah naungan kekuatan metafisik seperti Aras Pepet, Bumi Kapetak, hingga Aras Tuding.

Naungan inilah yang diyakini membentuk pribadi yang kuat, disegani, serta dikelilingi rezeki yang tidak pernah surut dari waktu ke waktu.

Seperti yang diungkap dalam tayangan spiritual kanal YouTube Primbon Cirebon, terdapat tiga weton yang hidupnya disebut-sebut bergelimang harta sampai akhir hayat.

Mereka bukan hanya pekerja keras, tetapi juga pemilik aura keberuntungan yang jarang dimiliki weton lain.

Berikut uraian lengkapnya.

1. Weton Selasa Pon

Selasa Pon memiliki jumlah neptu 10, berasal dari nilai hari Selasa dan pasaran Pon. Dalam Primbon Jawa, kelahiran pada Selasa Pon berada di bawah dua naungan kuat, yakni Aras Pepet dan Tunggak Semi.

Kombinasi ini menciptakan pribadi yang kokoh seperti sanggar waringin, yakni hati yang teduh, bersih, serta selalu tergerak menolong sesama.

Orang yang lahir di weton ini dikenal jujur, berhati lembut, berwibawa, dan tidak pernah mengambil hak orang lain.

Mereka memiliki rasa syukur yang tinggi, tidak mengeluh, dan tidak iri pada kebahagiaan orang lain. Sikap bersih hati inilah yang membuat gerbang rezekinya terbuka lebar.

Berada dalam naungan Aras Pepet membuat kehidupan Selasa Pon dipenuhi peluang baik, dihormati banyak orang, dan mampu mencapai kesejahteraan hidup dari masa ke masa.

 Rezeki yang datang tidak hanya materi, tetapi juga keberkahan berupa kasih sayang dan kehormatan dari lingkungan sekitarnya.

2. Weton Minggu Legi

Minggu Legi memiliki total neptu 10, berasal dari nilai hari Minggu dan pasaran Legi. Sifat dasar weton ini adalah baik hati, dermawan, cerdas, tekun, dan tidak mudah menyerah.

 Mereka memiliki kemampuan berpikir jernih dan mampu memegang tanggung jawab besar.

Weton ini dinaungi oleh Bumi Kapetak, sebuah naungan yang membuat seseorang disegani dan dihargai karena keteguhan dan kecakapannya.

 Orang yang lahir pada Minggu Legi dikenal sebagai pekerja keras dan tak pernah lari dari kewajiban.

 Mereka bisa diandalkan dalam berbagai kondisi, dan sering menjadi pusat kepercayaan keluarga maupun lingkungan sekitar.

Dari sinilah rezeki mereka mengalir deras. Ketekunan dan kecerdasan Minggu Legi membuat mereka mudah mencapai posisi yang mapan, bahkan disebut-sebut sebagai weton yang hidupnya akan dipenuhi kelimpahan materi serta keberuntungan yang stabil sepanjang kehidupan.

3. Weton Jumat Wage

Jumat Wage juga termasuk weton yang dinaungi Aras Pepet, menjadikannya pribadi disegani dan dipandang memiliki kekuatan batin yang kokoh.

 Selain itu, weton ini juga dinaungi oleh Satrio Wirang, sebuah naungan yang memadukan ketenangan, optimisme, dan kewibawaan.

Orang yang lahir di Jumat Wage cenderung berwatak lembut namun tegas, berpikir jernih, dan sangat dewasa menghadapi persoalan hidup.

Karena ketenangan inilah mereka dipercaya sebagai pemimpin alami dalam lingkungannya.

Banyak orang merasa nyaman berada di dekat mereka karena sikap bijaksana dan kemampuan melihat persoalan dari sudut yang lebih luas.

Rezeki Jumat Wage disebut selalu mengalir. Mereka mudah mendapatkan peluang, sering dipercaya menangani perkara besar, dan memiliki jalan hidup yang stabil menuju kesejahteraan.

Ketenangan batin dan sikap optimis membuat mereka mampu menjaga rezekinya tetap lancar dari waktu ke waktu.

Pada akhirnya, keyakinan mengenai weton dan naungan metafisik seperti Aras Pepet, Bumi Kapetak, dan Aras Tuding adalah bagian dari kearifan leluhur Jawa yang sarat simbol. Semua kembali kepada pribadi masing-masing.

 Kerja keras, kejujuran, dan niat baik selalu menjadi fondasi utama bagi rezeki yang berkah.

EDITOR: Hanny Suwindari