← Beranda

Inilah Deretan Weton Urat Emas dan Balungan Sugih: Titisan Dewa Kekayaan yang Dikaruniai Bakat Alam Menarik Rezeki Tiada Henti

Zulfa Putri HardiyatiRabu, 15 Oktober 2025 | 13.36 WIB
Besok dalam Waktu Dekat, Inilah Deretan Weton Urat Emas dan Balungan Sugih: Titisan Dewa Kekayaan yang Dikaruniai Bakat Alam Menarik Rezeki Tiada Henti (FREEPIK)

JawaPos.com - Dalam keheningan perjalanan hidup, manusia kerap bertanya: mengapa ada yang seolah dilimpahi kemudahan dalam rezeki, sedangkan yang lain harus berjuang lebih keras untuk mencapai hal serupa?

Dalam kearifan Jawa, jawaban dari misteri itu kerap ditelisik melalui perhitungan weton—perpaduan antara hari dan pasaran kelahiran yang diyakini menjadi cetak biru spiritual kehidupan seseorang.

Beberapa weton disebut memiliki urat emas atau balungan sugih, yakni garis nasib yang mengalirkan kemakmuran, kemudahan hidup, dan daya tarik luar biasa terhadap keberuntungan materi.

Seperti yang dijelaskan dalam tayangan spiritual kanal YouTube Primbon Cirebon, weton-weton ini disebut sebagai reinkarnasi Dewa Kekayaan, membawa watak istimewa yang membuatnya menjadi “pendulang cuan” alami.

Namun, semua itu tetap berpulang pada sikap hidup: rendah hati, amanah, dan tidak terlena oleh gemerlap duniawi.

Berikut penjabaran lengkap tentang weton urat emas dan balungan sugih menurut Primbon Cirebon.

1. Weton Senin Wage – Dilingkupi Aura Api yang Menghangatkan Rezeki

Pemilik weton Senin Wage dinaungi aura spiritual kuning geni, menyerupai unsur api yang penuh semangat.

 Karakter dasarnya mudah tersinggung bila harga diri terusik, namun di balik itu tersimpan pribadi yang disiplin, sportif, dan bertanggung jawab.

Meski rezekinya kerap naik-turun, aliran berkahnya jarang benar-benar terputus.

Setiap langkahnya selalu saja menemukan jalan rezeki baru, seolah semesta memelihara api keberuntungan dalam dirinya.

2. Weton Selasa Legi – Si Pembawa Kehangatan dan Keceriaan

Weton ini memiliki lakuning geni atau sifat spiritual seperti api yang menyala lembut.

Mereka dikenal memiliki kepekaan tinggi dan mudah tersentuh perasaan. Namun daya tarik utamanya terletak pada sikap ceria, mudah memaafkan, dan mampu menghidupkan suasana.

Pemilik weton Selasa Legi kerap disukai banyak orang, sehingga membawa energi positif yang mendatangkan banyak peluang, termasuk dalam rezeki dan hubungan sosial.

3. Weton dengan Neptu 13 – Bintang Keberuntungan dari Lintang Spiritual

Kelompok weton dengan jumlah neptu 13 mencakup Minggu Kliwon, Senin Pahing, Kamis Legi, Jumat Pon, dan Sabtu Wage.

Mereka dinaungi laguning lintang, atau karakter spiritual menyerupai bintang: tampak tenang, namun bersinar di balik diamnya.

·       Minggu Kliwon dikenal dengan sifat pendiam tapi cerdas, sukses di banyak bidang, dan sering menjadi pusat rezeki keluarga.

·       Senin Pahing memiliki kecerdasan tajam dan naluri finansial kuat, cepat kaya namun harus waspada pada sifat boros.

·       Kamis Legi berjiwa pemimpin, pekerja keras, dan tekun. Biasanya sukses sejak muda dan mapan hingga usia tua.

·       Jumat Pon sosok hemat, mandiri, dan pandai mengatur keuangan, menjadikannya simbol kestabilan ekonomi.

·       Sabtu Wage penyabar, hemat, dan penuh welas asih. Bila dermawan, rezekinya akan berlipat dan langgeng hingga masa tua.

Kelompok weton ini dipercaya memiliki tiga kali puncak rezeki besar dalam hidupnya. Setiap masa kejayaan datang silih berganti, seolah bintang keberuntungan mereka tak pernah padam.

4. Weton Sabtu Pahing – Paripurna dari Segala Urat Emas

Dari semua perhitungan weton, Sabtu Pahing dianggap sebagai puncak dari urat emas.
Jumlah neptunya 18—tertinggi di antara semua kombinasi—menjadikan pemiliknya bagaikan kuning paripurna, simbol kekuatan spiritual tertinggi.

Karakter dasarnya tegas, kuat, berwibawa, dan sulit dikalahkan. Dalam perjalanan hidupnya, mereka kerap menjadi pusat kekayaan dan kemakmuran bagi keluarga.

Bahkan di usia senja pun, energi rezekinya masih tetap mengalir, seakan menjadi magnet bagi keberuntungan tanpa batas.

Makna Spiritual di Balik Weton Urat Emas

Weton-weton ini memang dikenal sebagai “penerus darah dewa kekayaan”. Namun menurut Primbon Cirebon, rezeki bukan hanya tentang nasib, melainkan juga tentang kejujuran, amanah, dan kerendahan hati.

Mereka yang pandai bersyukur dan tidak sombong akan mampu menjaga aliran rezekinya tetap jernih seperti mata air yang tak pernah kering.

Dari semua uraian tersebut, jelas bahwa weton urat emas bukan sekadar simbol kekayaan materi, tetapi juga tanda bahwa seseorang memiliki tanggung jawab spiritual besar untuk menjadi sumber keberkahan bagi sekitarnya.
Rezeki sejati datang dari keseimbangan antara usaha, doa, dan rasa syukur.

Seperti pesan dari Primbon Cirebon, semua yang ada di langit dan bumi hanyalah atas kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa — maka siapa pun yang diberi kelebihan harta, hendaknya tetap rendah hati dan memperbanyak sedekah agar rezekinya langgeng sampai tua.

EDITOR: Hanny Suwindari