← Beranda

Keajaiban Lima Weton: Pasaran Kliwon, Pahing, Pon, Wage, dan Legi yang Akan Dibanjiri Rezeki Menurut Primbon Jawa

Zulfa Putri HardiyatiKamis, 14 Agustus 2025 | 14.38 WIB
Ilustrasi seseorang yang memiliki perlindungan spiritual pagar gaib tinggi.

JawaPos.com - Dalam tradisi Jawa kuno yang penuh makna spiritual, weton dan pasaran tidak sekadar penanggalan.

Ia adalah denyut nadi kehidupan, pancaran energi semesta, sekaligus penuntun langkah bagi manusia untuk memahami jalan hidupnya.

Di balik hari-hari pasaran seperti Kliwon, Pahing, Pon, Wage, dan Legi, tersimpan rahasia besar tentang aura keberuntungan dan pancaran rezeki yang tiada habisnya.

Menurut pemaparan dari kanal YouTube Primbon Cirebon, kelima pasaran ini memancarkan aura yang sangat terang dan dipercaya akan membawa kelimpahan rezeki bagi orang-orang yang lahir di bawahnya.

Bukan sekadar ramalan kosong, ini adalah warisan pengetahuan leluhur yang menggabungkan psikologi, elemen alam, serta pengaruh malaikat penjaga.

Mari kita telusuri satu per satu kekuatan spiritual dari kelima pasaran tersebut.

1. Pasaran Legi: Segel Cakra Seks Langit, Pemancar Keinginan dan Optimisme

Pasaran Legi memiliki nilai neptu 5 dan berelemen kayu/udara. Ia adalah simbol dari optimisme, keinginan besar, dan potensi pencapaian tinggi. Dikatakan bahwa orang Legi adalah pemilik aura putih, melambangkan ketulusan dan kejernihan niat.

Malaikat pelindungnya adalah Israfil, pembawa energi perubahan. Dalam siklus semesta, pasaran Legi bersinergi dengan Wage dan menjadi penunjuk jalan bagi pasaran lainnya.

Namun, kekuatannya juga perlu dikendalikan agar tidak menyimpang dari jalan spiritual.

Orang Legi yang mampu fokus, disiplin, dan mempelajari banyak ilmu akan membuka pintu-pintu keberuntungan yang besar.

2. Pasaran Pahing: Cakra Jantung Langit, Sumber Cinta dan Semangat Membara

Memiliki neptu 9, pasaran Pahing adalah yang paling kuat secara energi. Ia berelemen api dan berkuasa di arah selatan, simbol semangat dan keberanian. Orang-orang Pahing adalah sosok yang baik hati, artistik, dan penuh cinta.

Namun api juga membawa tantangan: mudah tersulut emosi dan perlu pengendalian diri. Pahing dilindungi oleh malaikat Mikail, sang pembawa kemakmuran. Jika disertai dengan wawasan dan laku spiritual, pasaran ini akan menjadi ladang rezeki yang tak terhingga.

Tugas utama orang Pahing dalam hidup ini adalah memberi, mencipta, dan mencintai dengan ilmu.

3. Pasaran Pon: Cakra Dasar Langit, Simbol Ketegasan dan Kemandirian

Dengan neptu 7 dan elemen logam, pasaran Pon dikenal dengan ketegasannya. Ia cocok memimpin dan mengarahkan, namun juga memiliki sisi lemah dalam urusan hati dan asmara.

Pasaran Pon mendapatkan kekuatan dari pasaran Kliwon, sang pemegang segel spiritual. Jika mampu belajar spiritualitas dan mengasah pengendalian diri, maka potensi besar dari Pon akan muncul dan membawa keberuntungan yang luar biasa.

Pon adalah lambang dari fokus, disiplin, dan kekuatan tekad.

4. Pasaran Wage: Cakra Ajna Langit, Wadah Ilmu dan Strategi

Pasaran Wage memiliki neptu 4 dan berelemen air. Ia adalah simbol dari akal, strategi, dan kreativitas tinggi. Dipengaruhi oleh malaikat Jibril, pasaran Wage membawa energi wahyu dan kecerdasan spiritual.

Kunci keberhasilan Wage adalah belajar ilmu dengan mendalam dan mengasah pengendalian diri. Ia mampu menjadi pengendali alami bagi pasaran lain, selama terhubung dengan nilai-nilai spiritual yang kuat.

Jika diarahkan dengan benar, orang Wage adalah pemikir cemerlang dan pembawa solusi besar dalam hidup.

5. Pasaran Kliwon: Mahkota Langit, Pusat Spiritualitas dan Wahyu

Dengan neptu 8 dan elemen tanah, pasaran Kliwon menduduki posisi paling tinggi dalam hierarki spiritual. Ia adalah pancer, pusat dari semua pasaran, pemegang cakra mahkota langit, dan simbol dari kekokohan serta kepemimpinan.

Malaikat pelindungnya adalah Rahmat, yang membawa ketenangan dan kasih sayang. Pasaran Kliwon mewarisi kekuatan dari empat pasaran lainnya, ilmu, cinta, ketegasan, dan optimisme, sehingga menjadikannya alat untuk membimbing sesama.

Namun, kekuatan itu harus disertai dengan kerendahan hati dan cinta kasih. Tanpa itu, Kliwon bisa jatuh pada keangkuhan. Ketika seimbang, pasaran ini dapat menjadi penyalur wahyu dan pemimpin spiritual sejati.

Energi Langit yang Menyatu dengan Jiwa

Lima pasaran ini, Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon bukan hanya simbol dalam penanggalan Jawa, melainkan cerminan energi kosmik yang menyatu dalam diri manusia.

 Menurut Primbon Cirebon, mereka yang lahir di bawah naungan pasaran-pasaran ini tengah berada dalam periode limpahan rezeki dan kemudahan hidup, asal mereka mampu mengelola potensi batinnya dengan bijaksana.

Namun tetaplah diingat, ramalan bukanlah kepastian mutlak. Ia adalah cermin yang membantu kita mengenal diri, bukan jalan pintas untuk menghindari laku dan usaha. Rezeki tetap datang kepada mereka yang ikhlas belajar, berserah pada Yang Maha Kuasa, dan terus berbuat kebaikan.

EDITOR: Hanny Suwindari