JawaPos.com - Dalam budaya kepercayaan masyarakat Jawa, Dewi Sri diakui sebagai dewi yang melambangkan kekayaan, kesuburan, dan penjaga rezeki.
Mereka yang berada di bawah pengaruh energi Dewi Sri diyakini memiliki jalur rezeki yang berjalan perlahan namun pasti, tidak diperoleh sekaligus dalam jumlah besar, namun tumbuh dengan mantap, berakar kuat, dan akan memberikan hasil yang baik pada waktu yang tepat.
Dilansir dari Youtube Bara Raja Cirebon pada Kamis (10/7), dalam primbon Jawa, ada lima weton yang istimewa dan dianggap membawa berkah dari Dewi Sri secara alami.
Mereka adalah individu yang paham cara berhemat, mahir dalam mengelola harta, dan tidak terburu-buru dalam mengejar harta materi, sehingga rezeki yang mereka kumpulkan berkualitas tinggi dan bertahan lama.
Siapa saja lima weton ini? Berikut adalah penjelasannya berdasarkan warisan pengetahuan dari nenek moyang Jawa.
1. Weton Jumat Legi – Simbol Ketekunan dan Kesabaran yang Menyebabkan Rezeki Mengalir
Jumat Legi merupakan salah satu weton yang sangat terkait dengan kekuatan spiritual dan kebijaksanaan dalam menjalani hidup.
Orang yang lahir pada tanggal ini dikenal bersikap tenang, tidak terburu-buru, dan memiliki aura yang damai.
Dalam primbon, Jumat Legi dilindungi oleh elemen Sri dan Lurah.
Ini menunjukkan meskipun rezeki mereka tidak datang dalam jumlah yang besar, tetapi mengalir secara konstan.
Setiap langkah hidup mereka tampak diarahkan oleh insting bijak untuk tidak menyia-nyiakan apa yang mereka miliki.
Sikap mereka yang mencintai kesederhanaan serta kebiasaan menabung membuat kekayaan mereka bertumbuh secara perlahan tapi pasti.
Setelah mencapai usia 35 tahun, banyak yang mulai merasakan hasil dari kerja keras mereka: memiliki rumah sendiri, bisnis yang stabil, dan keuangan yang mandiri.
2. Weton Selasa Kliwon – Rezeki Datang dari Sumber Tak Terduga, Diberkahi Tanpa Banyak Bicara
Weton Selasa Kliwon hidup di bawah pengaruh Watak Lakuning Bumi – menunjukkan sifat sabar, menerima, dan tahan banting.
Individu yang lahir pada hari ini umumnya tidak banyak bicara mengenai cita-cita, tetapi mereka bekerja keras dalam hening.
Berdasarkan primbon, Selasa Kliwon sering menerima berkah dari Dewi Sri berupa rezeki yang tidak terduga: proyek yang datang tanpa direncanakan, bantuan yang datang di waktu kritis, atau kesempatan yang muncul di saat mereka sangat membutuhkannya.
Ini bukan kebetulan, melainkan berkat energi keseimbangan dan keikhlasan yang mereka pancarkan.
Mereka cenderung sukses dalam usaha pertanian, kuliner, perdagangan hasil alam, atau investasi jangka panjang.
Kekayaan mereka berkembang seperti padi di sawah: memerlukan waktu, tetapi saat panen tiba, hasilnya melimpah.
3. Weton Rabu Pahing – Pekerja Keras yang Disayangi Dewi Sri Karena Tidak Mudah Mengeluh
Rabu Pahing adalah weton yang melambangkan sifat penggali kesempurnaan.
Mereka senang belajar, tidak mudah putus asa, dan merasa tidak cepat puas.
Inilah yang membuat banyak individu Rabu Pahing menempuh jalan rezeki yang stabil karena mereka senantiasa berusaha memperbaiki diri.
Menurut primbon Jawa, Rabu Pahing dianggap sebagai weton yang "berjiwa sawah" – penuh potensi, siap untuk menerima curahan rezeki dari berbagai arah.
Karakter mereka yang pekerja keras dan mampu mengendalikan emosi membuat Dewi Sri “nyaman” bernaung dalam kehidupan mereka.
Sebagian besar Rabu Pahing akan mengalami peningkatan rezeki menjelang usia 40-an.
Mereka yang hidup dengan sederhana dan hemat, perlahan mulai merasakan hasil: promosi jabatan, kesuksesan dalam bisnis sampingan, atau warisan usaha dari keluarga.
4. Weton Sabtu Pon – Penggenggam Rezeki yang Konsisten dan Memiliki Ketahanan Finansial Tinggi
Sabtu Pon memiliki weton yang kuat neptunya, yaitu 16 (Sabtu 9 + Pon 7). Kombinasi ini menciptakan seseorang yang berkarakter teguh, tegas, namun juga memiliki sisi penyayang dan empati yang mendalam.
Mereka bukan orang yang sembarangan dalam mengejar kekayaan, melainkan mampu menyusun dasar keuangan yang solid.
Kehadiran Dewi Sri dalam kehidupan Sabtu Pon terlihat melalui ketelitian dalam mengatur keuangan.
Mereka mampu menahan diri dari keinginan untuk berfoya-foya dan lebih memilih untuk menabung demi masa depan.
Oleh karena itu, meskipun masa muda mereka biasa saja, saat mencapai usia dewasa, mereka sering kali telah memiliki aset seperti rumah, tanah, dan simpanan yang cukup besar.
Sabtu Pon sangat cocok untuk mengisi posisi sebagai manajer keuangan, bendahara, atau pemilik bisnis yang memerlukan kestabilan dan perhatian terhadap detail.
Kekayaan mereka tumbuh dengan alami serta memiliki daya tahan yang lama.
5. Weton Kamis Wage – Sang Bijak Pengatur Kekayaan yang Dilindungi Alam dalam Rezekinya
Weton Kamis Wage dikenal memiliki pola pikir yang tajam - mereka cerdas dalam berpikir, tetapi bersikap rendah hati dalam tindakan.
Mereka termasuk dalam kelompok yang tidak mudah dibohongi dan sangat baik dalam membedakan antara kebutuhan dan keinginan.
Dalam primbon, Kamis Wage adalah salah satu weton yang menerima berkah dari Dewi Sri karena kemampuan mereka dalam menjaga dan mengelola harta dengan bijaksana.
Mereka bukan tipe orang yang mencari kekayaan dengan cepat, tetapi penabung sejati yang mengerti cara merawat setiap uang yang mereka miliki.
Rezeki Kamis Wage sering kali datang dari sumber yang tampaknya kecil: seperti penjualan online, hasil investasi kecil, atau layanan sederhana yang seiring waktu dapat menghasilkan pendapatan besar.
Dewi Sri menghargai mereka karena kesetiaan pada proses, bukan hasil yang instan.
Penutup: Rezeki di Bawah Perlindungan Dewi Sri Memerlukan Waktu dan Kesadaran
Kelima weton di atas melambangkan bahwa rezeki tidak selalu datang dalam bentuk yang besar dan langsung.
Dalam sudut pandang primbon Jawa, berkah Dewi Sri lebih dirasakan dalam ketenangan hidup, keberlimpahan yang tidak mencolok, serta kemampuan untuk menikmati hasil secara bertahap namun berkesinambungan.
Jika Anda termasuk dalam salah satu weton tersebut, tetaplah pada langkah yang hemat, bersabar, dan penuh pertimbangan.
Jangan terjebak dalam gaya hidup yang berlebihan atau tekanan dari masyarakat.
Karena kekayaan yang sejati bukan hanya soal jumlah, tetapi tentang bagaimana kita merawat dan mensyukurinya.
Weton-weton ini mungkin tidak selalu menikmati kehidupan yang mewah sejak muda, tetapi seperti padi yang ditanam dengan baik, ketika saat panen tiba, hasilnya akan melimpah dan cukup untuk membawa ketenangan hidup hingga akhir hayat.