JawaPos.com - Dalam perayaan tahun baru imlek, makanan bukan hanya sekadar hidangan lezat untuk dinikmati bersama keluarga dan teman, tetapi juga sarana untuk memperkuat ikatan budaya dan menghormati tradisi leluhur.
Dibalik kelezatan dan kekayaan rasa, setiap hidangan tahun baru imlek memiliki makna simbolis yang dipercaya membawa keberuntungan, keberkahan, dan harapan untuk masa depan yang gemilang menurut kepercayaan Tiongkok.
Dilansir dari allthingsdelicious pada Senin (5/2), berikut merupakan beberapa makanan khas tahun baru imlek beserta maknanya.
Baca Juga: Jadi Salah Satu Negara Arab yang Merayakan Imlek, Uni Emirat Arab akan Gelar Perayaan di Dubai
1. Lumpia
Lumpia merupakan hidangan istimewa dan populer yang tidak hanya dikenal di Tiongkok, tetapi juga menjadi makanan favorit di seluruh Asia Tenggara. Berbentuk seperti silinder dengan isian daging dan sayuran serta menggabungkan berbagai rasa dalam satu gigitan. Semua isinya yang lezat dibungkus dengan adonan tipis yang kemudian digoreng hingga keemasan, menciptakan cita rasa yang khas dan menggugah selera.
Sebagaimana tradisi yang terjaga, lumpia sering kali dianggap seperti "batang emas" yang melambangkan kekayaan dan kelimpahan. Oleh karena itu, lumpia menjadi hidangan yang tak terpisahkan dari perayaan Tahun Baru Imlek, diharapkan membawa keberuntungan dan kekayaan untuk tahun yang akan datang.
2. Kue ketan
Dalam kuliner Tiongkok, kue ketan merupakan hidangan yang sangat diminati. Bahan utama kue ini terdiri dari beras ketan, gula, kacang, kurma, dan daun teratai. Konsumsi kue ketan diyakini memiliki beragam manfaat, di antaranya meningkatkan prestasi akademik, memperpanjang tubuh (seiring tinggi badan yang meningkat, semakin baik), meningkatkan kemajuan karier, dan merangsang pertumbuhan bisnis.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Film Bertema Imlek yang Tak Boleh Dilewatkan, Cocok Untuk Nostalgia Bersama Keluarga!
Selain itu, kue ketan dianggap sebagai simbol keberuntungan yang dimakan saat menyambut Tahun Baru Imlek, dengan harapan agar mencapai "ketinggian" dalam setiap aspek kehidupan pada tahun yang akan datang. Dalam persepsi masyarakat Tiongkok, tinggi bukan hanya tentang fisik, melainkan juga menggambarkan kekayaan, status, dan pengaruh seseorang.
3. Ayam utuh
Dalam perayaan tahun baru imlek, ayam sering disajikan dalam bentuk utuh, yakni dengan tubuhnya yang utuh, baik dimasak dengan cara dipanggang maupun direbus. Hidangan ini sebagai simbol kesatuan dan kelengkapan dalam keluarga. Penyajian ayam secara utuh, termasuk kepala dan kaki, mencerminkan konsep lingkaran penuh, yang melambangkan awal yang baik dan akhir tahun yang baik.
Selain itu, menariknya, dalam beberapa keluarga, pencari nafkah akan memilih untuk menyantap bagian kaki ayam, diyakini bahwa tindakan ini akan membawa lebih banyak kekayaan dan keberuntungan bagi keluarga mereka.
4. Udang
Udang merupakan hidangan penting yang sering dihadirkan di meja makan saat perayaan tahun baru imlek. Menariknya, dalam bahasa Tiongkok, kata untuk udang memiliki arti yang mirip dengan "tawa" atau "ha", yang diucapkan serupa. Oleh karena itu, kehadiran hidangan udang di meja makan tidak hanya mencerminkan kebahagiaan, tetapi juga dianggap sebagai simbol umur panjang dan keberuntungan yang baik.
5. Buah Mandarin dan Jeruk Bali
Buah Mandarin dan jeruk Bali menjadi buah yang paling sering dikonsumsi selama masa perayaan tahun baru imlek. Dalam budaya Tiongkok, warna emas yang terpancar dari buah-buahan ini melambangkan kekayaan dan kemakmuran. Sebagai hasilnya, masyarakat Tiongkok meyakini bahwa mengonsumsi dan menempatkan buah ini di rumah selama tahun baru imlek akan membawa mereka keberuntungan dan kejayaan yang lebih besar.
Sedangkan Jeruk Bali juga memiliki arti penting, dianggap membawa kemakmuran yang berkelanjutan. Dalam tradisi Tiongkok, terdapat pepatah yang mengatakan, "semakin banyak Jeruk Bali yang Anda makan, semakin banyak kekayaan yang akan datang."
Baca Juga: 7 Fakta Menarik Jeruk Mandarin di Tahun Baru Imlek, Pantas Tak Boleh Ketinggalan
6. Sayuran
Menu sayuran melambangkan musim semi, pembaharuan, energi, dan kemakmuran. Memiliki sayuran selama festival musim semi sangat berarti, dan masing-masing dari mereka mengandung simbolisme yang khas.
Misalnya seperti selada, Nama "selada" dalam bahasa Tiongkok terdengar mirip dengan kata yang berarti "menjadi kaya." Oleh karena itu, kehadiran selada dalam hidangan tahun baru imlek dipercaya membawa keberuntungan finansial.
Tak hanya itu sayuran seperti baby bokchoy, yang mewakili simbol "keberuntungan" untuk tahun-tahun mendatang. Keberadaannya dalam hidangan tahun baru imlek diharapkan membawa berkah dan keberuntungan bagi keluarga yang menyantapnya.