← Beranda

10 Kuliner Indonesia dengan Rating Terburuk Versi Taste Atlas

Avief ZakawalyRabu, 11 Oktober 2023 | 15.17 WIB
Nasi Tim Ayam (Foto : Shutterstock).

JawaPos.com - Taste Atlas merupakan situs yang kerap membagikan informasi yang mempromosikan aneka kuliner tradisional dari berbagai belahan dunia.

Selain itu, mereka mengeluarkan daftar penilaian yang mereka peroleh dari hasil survey.

Baru-baru ini, tepatnya pada 15 September 2023, Taste Atlas mengeluarkan pembaharuan daftar 10 makanan dan minuman Indonesia yang mendapat rating terburuk.

Dalam laman resminya, pihak Taste Atlas mengungkapkan bahwa pemeringkatan makanan mereka didasarkan pada peringkat pengguna nyata dengan serangkaian mekanisme yang mampu mengenali pengguna asli dan mengabaikan perangkat bot, nasionalis atau patriotik lokal.

Serta memberikan nilai tambahan pada peringkat pengguna yang diakui sistem sebagai seseorang yang memang memiliki pengetahuan.

Berikut daftar kuliner Indonesia yang mendapat rating buruk versi Taste Atlas :

1. Nasi Tim Ayam (????2,7/5)

Nasi tim ayam menjadi makanan khas Indonesia yang menempati peringkat pertama kuliner dengan rating terburuk versi Taste Atlas. Nasi tim sebenarnya merupakan kuliner yang diadaptasi dari budaya Tionghoa Indonesia berupa nasi dan ayam berbumbu gurih yang dimasak dengan cara dikukus.

Bahan-bahannya terdiri dari daging ayam tanpa tulang yang biasanya dibumbui dengan kecap dan bawang putih.

Bahan-bahan tersebut kemudian diletakkan dalam sebuah mangkuk logam yang diisi nasi hingga padat, kemudian diletakkan di dalam panci pengukus.

Masakan ini biasanya disajikan dengan sup bening kaldu ayam ditaburi daun bawang.

Selain daging ayam, beberapa orang juga menambahkan jamur shiitake dan telur rebus untuk melengkapi hidangan.

Karena teksturnya yang lembut dan rasa yang cenderung hambar, nasi tim ayam disebut cocok untuk anak kecil.

2. Lawar (????3/5)

Lawar merupakan makanan khas Bali yang biasanya terdiri dari campuran daging cincang dan sayuran dengan kelapa, bubuk cabai, terasi, daun jeruk purut, lengkuas dan kunyit.

Lawar biasanya dimasak untuk hidangan upacara adat dan acara-acara lainnya, sehingga seringkali dimasak dalam jumlah besar.

Meski begitu, lawar tetap bisa ditemui di restoran maupun warung manapun di Bali.

Lawar tradisional dibuat menggunakan daging babi, namun daging ayam maupun bebek juga dapat digunakan sebagai variasi.

Beberapa hidangan lawar juga dimasak dengan menambahkan darah dari daging yang digunakan.

Darah tersebut dicampurkan dengan bumbu-bumbu tertentu dengan tujuan agar menambah kelezatan lawar tersebut.

Namun sayangnya lawar tidak dapat bertahan lama, apabila didiamkan di udara terbuka hanya dapat bertahan setengah hari.

3. Babi Panggang (????3,2/5)

Babi panggang mengacu pada berbagai macam masakan daging babi yang dimasak dengan cara dipanggang.

Karena alasan yang berkaitan dengan kepercayaan, hidangan yang menggunakan olahan daging babi biasanya lebih mudah ditemukan di daerah yang mayoritas penduduknya memeluk agama Kristen dan Hindu.

Selain babi guling Bali, hidangan daging babi panggang tradisional khas Sumatera Utara juga tak kalah populer.
Sebelum dipanggang, daging biasanya direndam terlebih dahulu dalam campuran bumbu tradisional Indonesia seperti jahe, bawang putih, lengkuas dan kecap manis.

4. Papeda (????3,3/5)

Papeda merupakan kuliner khas Indonesia yang seringkali juga disebut bubur.

Namun papeda asli bukan terbuat dari beras, melainkan sagu yang merupakan makanan pokok masyarakat asli Maluku dan Papua.

Di Indonesia bagian timur, sagu digunakan sebagai pengganti nasi.

Papeda berwarna putih dan memiliki tekstur lengket menyerupai lem dengan rasa yang cenderung tawar.

Biasanya, papeda disajikan bersamaan dengan ikan tongkol atau mubara yang dibumbui dengan kunyit.

Namun, penyajian papeda juga dapat dikombinasikan dengan ikan gabus, kakap merah, bubara hingga ikan kuwe.

Selain ikan kuah kuning, papeda juga dapat dinikmati dengan sayur ganemo yang diolah dari daun melinjo muda yang ditumis dengan bunga pepaya muda dan cabai merah.

5. Acar (????3,4/5)

Acar sayur tradisional biasanya terdiri dari kubis, wortel, mentimun atau tomat yang banyak dibumbui dengan irisan cabai dan bawang merah.

Semua sayuran dipotong tipis atau dipotong dadu sebelum dicampur dengan air cuka, garam dan gula.

Acar umumnya disajikan sebagai hidangan pelengkap yang dimakan bersama hidangan utama, namun juga bisa disajikan sebagai salad.

6. Nasi Kucing (????3,4/5)

Nasi kucing merupakan kuliner tradisional khas Indonesia yang berasal dari Surakarta, Yogyakarta dan Semarang.

Penamaan hindangan ini merujuk pada penyajiannya yang berupa seporsi kecil nasi yang diatasnya diberi lauk pendamping seperti tempe, ikan kering dan sambal. Terkadang juga berisi tambahan mentimun, ayam dan telur.

Nasi kucing umumnya disajikan dengan cara dibungkus menggunakan daun pisang.

Nasi kucing mudah ditemukan di tempat makan kecil atau masyarakat Jawa sebut angkringan, maupun warung makan pinggir jalan.

7. Bajigur (????3,4/5)

Bajigur merupakan minuman asli masyarakat sunda Jawa Barat yang disajikan dalam keadaan panas.

Bajigur memiliki rasa manis dan pedas dari jahe, gula aren dan santan.

Penyajian minuman ini seringkali dipadukan dengan jajanan tradisional seperti pisang kukus, kacang rebus atau ubi rebus.

Bajigur cocok diminum di malam hari, saat musim hujan maupun saat menghabiskan waktu di dataran tinggi yang sejuk.

8. Semur (????3,4/5)

Semur adalah hidangan daging rebus khas Indonesia yang diolah dengan kuah berwarna coklat pekat yang terbuat dari kecap manis, bawang merah, bawang bombay, pala dan cengkeh.

Selain berbahan utama daging dan kentang, semur juga disajikan dalam berbagai variasi seperti penambahan tahu, tempe, telur, ikan, dan bahan lain-lain sesuai dengan selera masyarakat di daerah masing-masing.

9. Kue Bulan (????3,4/5)

Kue bulan merupakan kuliner tradisional khas masyarakat Tionghoa yang menjadi sajian wajib selama Festival Pertengahan Agustus atau Festival Bulan. Kue bulan tradisional pada dasarnya berbentuk bulat, melambangkan kebulatan dan keutuhan.

Selain itu juga merupakan simbol dalam filsafat Tiongkok yang berarti pemenuhan, kesatuan, kesempurnaan dan kesatuan.

Saat ini kue bulan tak hanya berisi biji wijen hitam dengan kacang merah, daging babi dan kacang hijau saja.

Kue bulan versi modern juga tersedia dalam berbagai macam isian manis dan gurih diantaranya buah-buahan seperti melon, kelengkeng, nanas, teh hijau bahkan krim keju atau es krim.

10. Babi Guling (????3,5/5)

Babi guling merupakan hidangan paling populer di Bali. Biasanya disajikan untuk acara-acara khusus dan pertemuan formal, namun hidangan ini seringkali juga dapat ditemukan di warung tradisional.

Saking populernya, sebagian warung di Bali bahkan mengkhususkan diri dan hanya menyajikan babi guling sebagai hidangan utama khas mereka.

Dalam proses memasaknya, sebelum dipanggang kulit babi biasanya dilumuri kunyit dan bagian perut diisi dengan sayuran seperti daun ketela pohon.

Daging babi kemudian ditusuk dan diletakkan di atas api terbuka kemudian dipanggang sambil diputar-putar (diguling-gulingkan) hingga matang yang ditandai dengan perubahan warna kulit babi menjadi kecoklatan dan bertekstur renyah.

 

EDITOR: Hanny Suwindari