JawaPos.com - Membaca dokumen berlembar-lembar atau tulisan yang terlalu panjang bisa terasa melelahkan hanya untuk menemukan poin penting.
Bahkan, tidak semua orang mampu langsung menyaring ide pokok dari sebuah teks. Akibatnya bisa saja poin penting justru terlewat, atau malah jadi pusing.
Apalagi jika kamu adalah seorang mahasiswa yang dikejar deadline, atau pekerja kantoran dengan tugas menumpuk, meringkas buku akademik maupun email profesional bisa menghabiskan waktu cukup lama.
Selain waktu, merangkum juga membutuhkan tenaga ekstra agar hasilnya cepat, rapi, dan mudah dipahami.
Untungnya, teknologi sekarang bisa membantu pekerjaan manusia jadi lebih efektif dan efisien. Rangkuman yang biasanya butuh berjam-jam kini bisa dibuat hanya dalam hitungan detik dengan AI.
Ada banyak aplikasi AI yang bisa kamu coba. Berikut 7 alat rangkuman AI terbaik yang dapat digunakan secara online.
1. Quillbot
QuillBot adalah alat berbasis AI yang dapat meringkas teks panjang, menyingkat laporan, hingga menemukan ide pokok.
Pengguna bisa memilih mode bullet points atau paragraph untuk mendapatkan ringkasan sesuai kebutuhan. Cocok dipakai mahasiswa, pengajar, penulis, bahkan profesional.
2. SMMRY
Jika ingin opsi yang gratis dengan fitur tak terbatas, bisa coba SMMRY. Kelebihan alat rangkuman AI ini adalah kemampuannya memberikan ringkasan sesuai kebutuhan, mulai dari panjang teks, gaya penulisan, hingga pilihan format, baik dalam bentuk poin atau paragraf.
Menariknya, alat ini juga mendukung lebih dari 20 bahasa sehingga cocok dipakai siapa saja.
3. Resoomer
Alat rangkuman AI ini bisa digunakan siapa saja, mulai dari pelajar, pengajar, penulis, editor, penerbit, pustakawan, hingga peneliti.
Fleksibilitasnya membuatnya cocok untuk berbagai teks, seperti materi edukasi, artikel, argumen, karya ilmiah, tulisan kreatif, bahkan konten sejarah.
4. Scholarcy
Scholarcy sangat cocok digunakan dalam dunia akademik. Baik mahasiswa maupun dosen bisa memanfaatkan keunggulan alat rangkuman AI ini karena mampu memahami teks kompleks dan menyusunnya secara rapi.
Tak hanya merangkum, Scholarcy juga dilengkapi analisis berbasis AI sehingga hasilnya terstruktur dan berkualitas layaknya penelitian.
5. TLDR This
Kepraktisan jadi nilai utama alat rangkuman AI ini. Cukup satu klik untuk meringkas teks dari salinan, URL, atau file, langsung bisa dapat hasil rangkumannya.
Selain ringkasan, alat ini juga mampu mengekstrak metadata seperti nama, tanggal, dan judul. Kelebihan lainnya, TLDR This bebas iklan dan clickbait sehingga nyaman digunakan.
6. Clickup
Untuk penggunaan yang lebih profesional, seperti konten dan kampanye pemasaran, copywriting, pemeriksaan kualitas, ulasan, hingga kebutuhan penulis stand-up, ClickUp bisa menjadi pilihan tepat.
Alat rangkuman AI ini mampu menghemat waktu dan biaya, serta memperbaiki alur kerja dengan hasil ringkasan cepat. Namun, karena ditujukan untuk bisnis, layanan ini berbayar.
7. ChatGPT
ChatGPT masih menjadi AI serbaguna yang paling banyak digunakan, mulai dari menulis, menyusun ide, mengedit, hingga meringkas.
Versi terbarunya, GPT-4o, dibekali kemampuan lebih kompleks untuk menangani teks akademis, legal, bisnis, narasi, hingga teknis.
ChatGPT juga mendukung berbagai bahasa dan dapat menyesuaikan hasil sesuai kebutuhan pengguna, baik dari segi gaya, panjang, maupun format.
Sayangnya, agar hasilnya maksimal, ChatGPT perlu didukung dengan strategi penyusunan prompt yang efektif. Karena jika prompt dibuat asal, hasil rangkuman bisa menjadi terlalu umum, kurang akurat, atau bahkan melewatkan poin penting dari teks.
Supaya AI memberi hasil yang tepat, coba ikuti 9 tips membuat prompt dari Harvard University Information Technology berikut agar rangkumanmu lebih maksimal!
- Mulai dengan instruksi yang jelas dan langsung. Misalnya, tuliskan "Ringkas artikel ini dalam 5 poin utama dengan bahasa sederhana."
- Minta AI berperan sesuai kebutuhan. Jika teks berasal dari artikel ilmiah, berikan informasi tambahan seperti "Bertindaklah sebagai dosen, ringkas jurnal ini untuk mahasiswa."
- Tentukan format hasil yang diinginkan. Bisa dalam bentuk poin, paragraf singkat, atau bahkan tabel perbandingan.
- Tegaskan yang boleh dan tidak. Contoh: "Gunakan bahasa sederhana, jangan sertakan detail teknis."
- Berikan contoh untuk menunjukkan gaya atau model ringkasan apa yang kamu inginkan.
- Sesuaikan gaya bahasa agar sesuai dengan audiens yang kamu tuju. Contoh: "Ringkas artikel ini dengan bahasa yang lebih mudah dipahami bagi pembaca awam."
- Jika hasil pertama belum sesuai, perbaiki prompt selanjutnya dengan menambahkan detail baru. Contoh: "Tambahkan kutipan penting pada ringkasan ini."
- Melanjutkan poin sebelumnya, berikan juga koreksi dan umpan balik jika hasil kurang pas. Contoh: "Fokus hanya pada hasil penelitian, bukan latar belakang."
- Jika bingung mulai dari mana, coba pakai AI itu sendiri untuk membantu menyusun prompt. Contoh: "Buatkan prompt untuk merangkum teks akademik menjadi poin-poin."
Kini, merangkum dokumen panjang bukan lagi pekerjaan yang melelahkan. Dengan memilih alat yang tepat dan menyusun prompt secara efektif, AI bisa menjadi solusi untuk membantumu merangkum secara akurat dengan sekali klik.