JawaPos.com- Satelit internet SATRIA-1 direncanakan akan siap beroperasi pada minggu ke empat Desember 2023.
Satelit itu juga akan terhubung dengan stasiun bumi, dan dihubungkan langsung dengan Remote Terminal Ground Segment (RTGS) di lokasi layanan publik.
Kehadiran dari Satelit internet SATRIA-1 ini digunakan pemerintah untuk memperkuat jaringan internet serta layanan digital di 150 ribu titik.
Baca Juga: Jadi Satelit Internet dengan Kecepatan Tinggi, Starlink Elon Musk Berpotensi Timbulkan Polusi Cahaya
Terkhusus di daerah tertinggal terdepan dan terluar (3T). Sehingga kehadiran satelit ini dapat mendukung kegiatan, percepatan serta pengawasan di berbagai instansi.
Satelit buatan Thales Alenia Space, Prancis tahun 2020 itu berteknologi Very High Throughput Satellite (VHTS).
Memiliki kapasitas 150 giga byte per detik (Gbps) dengan frekuensi Ka-Band, satelit internet SATRIA-1 dinobatkan sebagai satelit terbesar di Asia dan terbesar kelima di dunia.
Baca Juga: SpaceX Kembali Luncurkan Satelit, FAA Beri Peringatan, Terkait Apa?
Dalam operasionalnya, satelit ini akan didukung 1 stasiun bumi atau Gateway, antara lain Cikarang, Batam, Banjarmasin, Tarakan, Pontianak, Kupang, Ambon, Manado, Manokwari, Timika, dan Jayapura.
SATRIA-1 memungkinkan layanan langsung akses internet Direct to Home (DTH). Artinya layanan internet akan dilakukan secara langsung ke lokasi pelayanan publik.
Untuk menggunakan akses internet secara langsung dari satelit, diperlukan perangkat Very Small Aperture Terminal (VSAT).
Baca Juga: Mulai Mengancam Bumi, Sampah Ruang Angkasa Makin Penuh hingga Sebabkan Satelit Bisa Jatuh Kapan Saja
Biasanya disebut dengan antena parabola kecil yang menggunakan satelit untuk jalur komunikasi atau terminal telekomunikasi satelit.
Umumnya antena VSAT berdiameter antara 0,6 dan 2,4 meter. Namun ada juga antena VSAT besar dengan panjang 3 s.d. 6 meter.
SATRIA-1 memiliki kapasitas 150 Gbps yang berguna untuk memberikan akses internet di 150.000 titik layanan publik.
Dengan total kapasitas transmisi satelit sebesar 150 Gbps, maka setiap titik layanan akan mendapatkan kapasitas dengan kecepatan sampai 1 Mbps.
Dengan operasi transmisi lewat udara, memungkinkan layanan SATRIA-I menjangkau cakupan wilayah yang sangat luas dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote.
Baca Juga: Perkuat Ekosistem Satelit Nasional, PSN dan BRIN Umumkan Kemitraan Strategis
Cakupan layanan yang luas akan mampu mengatasi hambatan geografis seperti daratan, gunung, bukit, lembah dan ngarai.
SATRIA-1 menjadi salah satu solusi pemerintah untuk melengkapi jangkauan BTS 4G dan Jaringan Kabel Serat Optik Palapa Ring.